Pemuda Ini Kayuh Papan Selancar 113 Hari Susuri Sungai 3700 Km

Sowaibah Hanifie    •    2017-05-19 17:29:51 WIB
Pemuda Ini Kayuh Papan Selancar 113 Hari Susuri Sungai 3700 Km
Tom Dunn

Pemuda asal negara bagian Victoria, yakni Tom Dunn, telah mengemudikan papan seluncur sambil berdiri di sepanjang sungai Darling dan Murray, menyelesaikan perjalanan sejauh 3.700 kilometer dalam 113 hari dan mengumpulkan dana lebih dari $ 20.000 (atau setara Rp 200 juta) untuk amal.

"Saya memulai perjalanan di Warwick, Queensland, dan gagasan perjalanan ini adalah untuk mengikuti alur sungai terpanjang di Australia," ungkapnya.

Ia menceritakan, "Sayangnya ketika saya memulai perjalanan pada akhir Januari, semua saluran sungai kering, jadi saya terpaksa lari di sepanjang 900 km rute pertama.”

"Tapi saya menemukan air sejak wilayah Walgett dan sudah bisa mengayuh sejak saat itu," imbuhnya.

Tom Dunn tiba di Goolwa, Australia Selatan, pada hari Jumat (19/05/2017) pagi dengan sebuah sambutan yang hangat. Ia mengakui bahwa dirinya hanya memiliki sedikit pengalaman dengan papan seluncur, setelah menjalani pelatihan singkat sebelumnya.

"Saya tahu saya punya waktu banyak untuk memainkannya dan berlatih ketika saya benar-benar di atasnya, jadi ini lebih mempersiapkan mental untuk mengerjakan semua ini sepanjang hari," kata Tom.

Ia mengatakan bahwa periode lari di awal perjalanannya bahkan melibatkan persiapan yang kurang.

"Saya sama sekali tak siap untuk itu -saya pergi ke kota dan membeli sepasang sepatu kets dan baru mulai, mencoba berlari sejauh yang saya bisa sampai menemukan air," tuturnya.

Tom Dunn melewati hari-hari panas hingga kabut sungai yang tebal dan cuaca dingin.
Tom Dunn melewati hari-hari panas hingga kabut sungai yang tebal dan cuaca dingin.

Supplied: Dunn family

Ada banyak pengalaman yang tak biasa di sepanjang perjalanan, kata Tom.

"Saya hampir berlari di sisi dua emu yang sedang berenang - ya, berenang," kenangnya.

"[Dan] seekor ikan melompat ke papan saya."

Di hari lain, ia melakukan penyelamatan sungai.

"Saya berhasil menyelamatkan burung beo yang hampir tenggelam di sungai dan kemudian menghabiskan sekitar dua jam mengayuh dengan burung beo ini duduk di pangkuan saya sembari ia mengeringkan diri, sebelum terbang kembali," ujarnya.

"Itu benar-benar kebetulan, kebetulan saya melihat tumpukan kayu bulat ini dan [melihatnya] mengepakkan sayap di air,” imbuhnya.

"Saya mencoba membujuknya untuk tinggal bersama saya selama sisa perjalanan -lebih baik berbicara dengan sesuatu ketimbang tidak sama sekali, bahkan jika itu adalah burung beo," kata Tom Dunn.

Ia juga menyelamatkan seekor anak domba setelah ia melihat hewan itu terjebak di lumpur sungai akibat hujan baru-baru ini, salah satu dari beberapa domba yang ia bantu di sepanjang perjalanan.

Gelombang sungai jadi tantangan

Papan yang rusak adalah tantangan kecil lainnya, dan meski mengayuh di perairan daratan, gelombang sungai terkadang menjadi tantangan, termasuk persimpangan danau Murray pada pekan ini.

"Meskipun itu adalah angin yang berhembus dari arah belakang, ini sangat mengerikan di pagi hari dengan gelombang hampir 1 meter yang menyerang saya dari belakang," katanya saat menuju wilayah Narrung.

"Mengayuh sedikit, tapi akhirnya berhenti saat hidung papan mulai menghilang," sambungnya.

Perjalanan ini juga melibatkan hari tanpa mandi, terutama di pedalaman.

"Saya pergi sekitar 11 hari tanpa mandi pada satu periode, jadi saya sangat akrab dengan paket tisu basah," kata Tom sambil tertawa.

Ia mengunjungi warga setempat, termasuk anak-anak sekolah, di kota-kota yang ia lewati di sepanjang sungai untuk berbagi kisah dan misi penggalangan dana.

"Saya sudah menghabiskan sekitar 8 sampai 10 jam di papan selancar setiap hari," katanya.

Beberapa kali, petualang muda ini menghadapi hari-hari yang sangat panas, atau kabut tebal di pagi hari yang dingin.

Tom mengatakan, kelelahan dan nyeri otot juga menantangnya, namun tujuan penggalangan dananya tetap yang paling penting.

"Saudara perempuan saya penyandang tuna rungu dan Deaf Children Australia adalah sebuah organisasi yang sangat membantu keluarga kami," akunya.

Ia menuturkan, "Saya pikir, mengapa tidak mengambil kesempatan ini untuk mencoba melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain?."

Terkadang ia perlu mengayuh lebih pagi sebelum panas terik datang.
Terkadang ia perlu mengayuh lebih pagi sebelum panas terik datang.

Supplied: Dunn family

Keluarga sempat menganggapnya gila

Ayah pemuda Victoria ini, yakni Pat, mengatakan bahwa keluarga sempat mengira Tom sangat gila saat pertama kali mengemukakan gagasan itu.

Tapi mereka tahu ia sangat tertarik pada petualangan setelah melakukan perjalanan kayaknya di Murray tiga tahun sebelumnya.

"Ia belajar dari petualangan terakhir, jadi kami merasa sedikit lebih percaya diri dan kami berbicara dengannya hampir setiap hari," sebut Pat.

"Ia hanya mencoba membuat perbedaan, ia belajar banyak hal dan menyukai tantangannya," tutur Pat.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 17:25 WIB 19/05/2017 oleh Nurina Savitri.


(Australia Plus ABC)