Mempelai Pria Dipenjara Nikahi Anak 14 Tahun

Cameron Best    •    2017-09-21 11:38:17 WIB
Mempelai Pria Dipenjara Nikahi Anak 14 Tahun
Seorang pria berusia 30an tahun menikahi anak perempuan berusia 14 tahun di sebuah pernikahan secara Islam di Melbourne, September tahun lalu.

Seorang pria divonis hukuman 12 bulan penjara karena melanggar hukum menikahi mempelai anak perempuan berusia 14 tahun pada pernikahan secara Islam di Melbourne tahun lalu.

Pencari suaka orang Burma itu telah menghabiskan hampir setahun di tahanan sehingga akan dikembalikan ke penahanan imigrasi tanpa batas waktu pada pembebasannya dalam dua pekan.

Ini adalah penuntutan pertama di Australia di bawah undang-undang yang telah ditetapkan tahun 2013.

Hakim Lisa Hannan mengatakan kepada pria itu kalau ia jelas mengetahui apa yang ia lakukan adalah salah.

"Anda tahu apa yang Anda lakukan bertentangan dengan hukum di negara ini dan diproses sebagai akibatnya," kata dia.

"Saya harus berusaha mencegah tidak hanya Anda, tapi juga yang lain yang mungkin terlibat dalam tindakan yang sama."

Pria berusia 30an itu mengaku bersalah menjalani seremoni resmi pernikahan dengan seseorang yang belum boleh menikah di Noble Park, September tahun lalu.

Ia dan mempelai perempuan tidak bisa diungkap jati dirinya karena alasan hukum.

Dalam sidang pra putusan pada Rabu, pembela hukum terdakwa Sophie Parsons mengatakan ibunya berada di belakang pernikahan itu.

Parsons mengatakan kepada pengadilan anak perempuan itu mengalami kesulitan dengan ayah angkatnya dan mempelai pria melihat dirinya sebagai "menyelamatkan anak perempuan itu dan menjadi figur pendukung di kehidupannya".

Pria itu menangis hampir sepanjang sidang pra putusan dan berlinang air mata lagi di pengadilan hari ini.

Parsons mengatakan pria itu yang berteman dengan mempelai perempuan ketika menumpang di rumah yang sama, sebagai "terisolasi secara budaya".

Pria itu tinggal di Melbourne dengan visa antara pada saat perkawinan.

Ia dalam posisi rentan karena kepastian dari ibu anak perempuan itu dan imam yang menikahkan pasangan itu, kata Parsons.

Imam Ibrahim Omerdic telah divonis bersalah dan dipenjara dua bulan karena perannya dalam seremoni pernikahan ilegal.

Ia direkam mengatakan kepada pasangan itu kalau ia tidak bisa memberi mereka salinan surat nikah karena perempuan itu "sangat muda".

Dalam rekaman yang diputar pada proses peradilan, Omerdic bisa didengar memastikan pria itu menyerahkan emas senilai 1.480 dolar sebagai bentuk mas kawin tradisional kepada keluarga mempelai perempuan.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini


(Australia Plus ABC)