Buronan Terduga Pelecehan Seksual Ditangkap Di Israel

Koresponden Timur Tengah  Sophie McNeill di Jerusalem    •    2018-02-13 22:27:25 WIB
Array

Kepolisian Israel telah menangkap kembali Malka Leifer, mantan kepala sekolah di Melbourne yang menjadi buronan di Victoria atas 74 tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kepolisian Israel menuduh Malka Leifer telah memalsukan keterangan gangguan jiwa untuk menghindari ekstradisi ke Australia.

Malka Leifer dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa orang murid saat dia menjadi guru dan kepala sekolah di sekolah anak perempuan Adass Israel yang ultra-ortodoks di Melbourne, Victoria.

Pada tahun 2008, ketika tuduhan ini diajukan pertama kali, Malka Leifer melarikan diri ke Israel.

Dia kemudian ditangkap oleh polisi Israel pada tahun 2014, saat Australia mengajukan permintaan untuk ekstradisinya.

Malka Leifer dibebaskan dengan jaminan dan berhasil menghindari setiap sidang ekstradisi dalam tiga tahun terakhir, dengan mengklaim bahwa dia menderita serangan panik dan cemas dan terlalu sakit untuk menghadapi pengadilan.

Dua minggu yang lalu, dia kembali mengklaim menderita penyakit jiwa selama kemunculan terakhirnya di hadapan dewan peninjau psikiatri.

Polisi meluncurkan penyelidikan rahasia
Manny Waks, juru kampanye perlindungan anak
Juru kampanye perlindungan anak Manny Waks dan pemrotes lainnya di luar sidang pengadilan Israel tmenuntut ekstradisi Leifer pada bulan Februari 2016.

Namun polisi Israel sekarang telah mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan diam-diam atas klaim penyakit jiwa yang diajukan Malka Leifer.

Dalam sebuah pernyataan setelah dia ditangkap di sebuah pemukiman di Tepi Barat, yang menjadi kawasan pendudukan, pada hari Senin (12/2/2018) pagi, polisi Israel mengatakan bahwa mereka menangkap seorang wanita berusia 50 tahun "yang diduga menghalangi proses pengadilan dan berusaha menyembunyikan bukti dari sebuah kasus".

“Kami telah menemukan bukti baru yang menunjukkan bahwa dia mampu diadili," kata juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld kepada ABC.

"Ini merupakan penyelidikan yang sedang berlangsung dalam koordinasi dengan pihak berwenang Australia.”

"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan bukti-bukti yang telah kami kumpulkan selama beberapa minggu terakhir ini."

Polisi Israel mengatakan bahwa "pada tahun 2017 ada indikasi bahwa tersangka Malka Leifer  berpura-pura menderita penyakit jiwa untuk menghindari proses ekstradisi dan akibatnya, polisi membuka kembali penyelidikan yang menyebabkan penangkapannya pagi ini".

Penyelidikan rahasia tersebut dilaporkan dimulai menyusul permintaan Interpol.

Polisi Israel mengatakan proses ekstradisi sekarang telah dimulai kembali.

"Semuanya akan dikoordinasikan dengan polisi nasional Israel, pihak berwenang Australia dan pengadilan di Israel sini untuk memastikan dia akan diadili di Australia dalam beberapa minggu ke depan atau mungkin dalam beberapa bulan."

Kelegaan untuk para korban

Mantan murid Dassi Erlich
Mantan murid Dassi Erlich menyambut positif penangkapan Malka Leifer.

Supplied

Para korban dari mantan kepala sekolah tersebut menyambut baik kabar penangkapan Malka Leifer.

"Ini campuran antara kegembiraan dan kelegaan ditambah dengan antisipasi terhadap masa depan, bahwa kami menyambut baik berita tentang penangkapan Malka Leifer," kata mantan siswa Adass, Dassi Erlich.

"Kami melihat ini sebagai terobosan yang sangat penting dalam perjalanan panjang kami untuk mencapai keadilan.”

"Kami merasa lega bahwa penangkapan Malka Leifer menyingkirkannya dari ancaman potensial terhadap anak-anak rentan lainnya.”

"Ini telah menjadi 10 tahun yang sangat panjang sejak Malka Leifer melarikan diri dari Australia.”

"Kami berharap bahwa ini adalah titik balik dalam proses ekstradisi."

Pada bulan September, saat berkunjung ke Israel, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull secara pribadi melobi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kasus tersebut.

Turnbull juga bertemu dengan korban dugaan pelecehan oleh Malka Leifer sebelum bepergian ke Israel.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.


(Australia Plus ABC)