Angus Campbell Jadi Panglima Angkatan Bersenjata Australia

Oleh Andrew Greene    •    2018-04-16 12:11:02 WIB
Angus Campbell Jadi Panglima Angkatan Bersenjata Australia
PM Malcolm Turnbull mengumumkan penunjukan Letjen Angus Campbell sebagai panglima Angkatan Bersenjata Australia yang baru.

Sosok yang memimpin upaya Pemerintahan Tony Abbott untuk menghentikan perahu pencari suaka mencapai wilayah Australia beberapa tahun lalu, akan segera menjadi Panglima Angkatan Bersenjata yang baru.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull hari Senin (16/4/2018) sore mengumumkan Letnan Jenderal Angus Campbell akan menggantikan Marsekal Mark Binskin di posisi puncak militer Australia mulai Juli mendatang.

"Pergantian kepemimpinan Angkatan Bersenjata Australia akan memastikan adanya transisi yang mulus dalam kepemimpinan pasukan pertahanan pada saat kritis dalam sejarah, dimana pasukan kita terlibat dalam misi kompleks dan berbahaya di Timur Tengah dan di tempat lain di seluruh dunia," kata PM Turnbull.

"Koordinasi dengan sekutu dan mitra kita serta kepemimpinan di era teknologi lebih penting daripada sebelumnya," ujarnya.

"Saya mengucapkan selamat kepada Letnan Jenderal Campbell, dia membawa kepemimpinan dan pengalaman untuk posisi penting ini," tambahnya.

Panglima yang baru ini mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri serta pendahulunya untuk, "keistimewaan dan kehormatan besar untuk pengabdian".

"Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh Perdana Menteri, Menteri Pertahanan dan Panglima Angkatan bersenjata," kata Letjen Campbell.

"Ini merupakan tanggung jawab luar biasa untuk memimpin dan menjaga para prajurit Angkatan Bersenjata Australia," tambahnya.

Letjen Campbell menjadi wajah publik Operasi Kedaulatan Perbatasan dan dia terkenal karena selalu menolak berkomentar terkait "urusan di lapangan" atau "masalah operasional".

Dia telah menjabat sebagai Panglima Angkatan Darat sejak 2015.

Letjen Campbell dianggap memiliki kepemimpinan militer yang utuh, setelah pernah bertugas di jabatan sipil di kantor Departemen Urusan Perdana Menteri dan Kabinet.

Dari sana karirnya menanjak menjadi Wakil Penasihat Keamanan Nasional.

David Johnston Jadi Wakil Panglima

David Johnston, wearing his Navy uniform, sits in front of a grey background and Australian flag.
Wakil Laksamana AL David Johnston akan menjadi Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Australia.

Supplied: Australian Defence Force

Letjen Campbell menyisihkan dua perwira lainnya, Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Ray Griggs dan Panglima Operasi Gabungan saat ini, Wakil Laksamana David Johnston.

Wakil Laksamana Johnston yang memimpin operasi Australia di Timur Tengah melawan kelompok teroris ISIS akan menggantikan Wakil Laksamana Griggs sebagai Wakil Panglima Angkatan Bersenjata.

Wakil Laksamana Griggs akan pensiun dari posisinya setelah lebih dari 40 tahun berkarir di militer.

Sementara itu Mayjen Rick Burr akan mengambil-alih jabatan Panglima Angkatan Darat dari Letjen Campbell.

Sedangkan Wakil Marsekal Mel Hupfeld akan menempati posisi Panglima Operasi Gabungan yang ditinggalkan Wakil Laksamana Johnston.

Pergantian pimpinan juga terjadi di tubuh Angkatan Laut. Panglima Angkatan Laut Tim Barrett akan mengundurkan diri dan posisinya digantikan Laksamana Muda Mick Noonan.

Panglima Angkatan Bersenjata membawahi 59.000 prajurit, mengelola anggaran tahunan sebesar $ 34 miliar dan memberikan saran strategi militer kepada Pemerintah.

Posisi panglima ini bergaji lebih dari $ 800.000 pertahun (sekitar Rp 8 miliar), jauh lebih tinggi dari gaji Perdana Menteri $ 527.852 setahun.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di ABC Australia.


(Australia Plus ABC)