Permukiman Pemasyarakatan Ditargetkan Bisa Menampung 5.000 Warga Binaan

Farhan Dwitama    •    Rabu, 11 Oct 2017 12:46 WIB
kemenkumham
Permukiman Pemasyarakatan Ditargetkan Bisa Menampung 5.000 Warga Binaan
Kompleks permukiman pemasyarakatan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Tangerang, Banten -- MTVN/Farhan Dwitama

Metrotvnews.com, Tangerang: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly meresmikan pembangunan Kompleks Permukiman Pemasyarakatan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Tangerang, Banten. Peresmian ditandai degan peletakan batu pertama.

Menurut Yasonna, konsep permukiman pemasyarakatan berbeda dengan lembaga pemasyarakatan atau lapas karena tidak mendirikan tembok tinggi sebagai pembatas. Nantinya, permukiman pemasyarakatan seperti tempat tinggal pada umumnya.

"Saat ini untuk Jabodetabek dulu, mengingat kapasitasnya hanya 5.000 orang," kata Yasona, Rabu 11 Oktober 2017.

Yasonna menargetkan, permukiman pemasyarakatan seluas 30 hektare itu akan dikembangkan secara bertahap. Hunian ini ditujukan bagi warga binaan dengan masa hukuman yang sudah hampir selesai.

"Tentu ada asassementnya, mereka dalam masa asimilasi dan berkelakuan baik. Tidak mungkin kalau mereka kabur, maka akan sangat rugi buat dia. Karena kan sebentar kagi bebas kalau sudah masuk sini," ucap dia.

(Baca: Kemenkumham Bangun Permukiman Pemasyarakatan di Ciangir)

Warga binaan yang sudah masuk tahap asimilasi berarti mereka yang sudah menjalani dua per tiga masa hukumannya dan sudah mau bebas. Tahap asimilasi dijalani supaya warga binaan disiapkan sebelum benar-benar kembali ke tengah masyarakat.

Dengan model open camp, lanjut Yasona, memungkinkan para napi berinteraksi dengan dunia luar. Namun, mereka harus menahan diri untuk tidak kabur atau nantinya masa tahanan akan lebih berat.

"Kalau sampai kabur, nanti ditaruh di super sel," kata Yasonna.

Direktorat Jendral Pemasyarakatan mengusung industri, kreatifitas, dan kemandirian sebagai kegiatan para napi sehari-hari. Sehingga, warga binaan bisa mendapat pelatihan sebagai bekal saat bebas nanti.

"Banyak foundation, lembaga keterampilan, ataupun perusahaan lain yang kami gandeng untuk membuat pelatihan di dalam. Bahkan, ada juga barista yang bersedia melatih mereka," kata Yasonna.

Guna mendukung itu semua, permukiman pemasyarakatan akan dilengkapi dengan tempat tinggal berupa rumah susun (rusun), bangunan industri dan pelatihan, fasos dan fasum, dapur besar, kantin, pemukiman, rusun petugas, gedung administrasi, serta fasilitas lain.

"Dua tahun lagi jadi, itu target kami," kata dia.


(NIN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

13 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA