Transportasi di Pulau Timor Lumpuh Akibat Banjir

   •    Jumat, 07 Apr 2017 14:26 WIB
banjir
Transportasi di Pulau Timor Lumpuh Akibat Banjir
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Kupang: Transportasi yang menghubungkan Kupang, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan daerah-daerah di Pulau Timor lumpuh. Lumpuhnya transportasi akibat hujan deras dan banjir susulan menerjang badan jalan alternatif.

"Jalan Trans Timor kembali lumpuh total, Kamis malam 6 April akibat hujan dan banjir susulan yang menerjang pukul 17.30 wita. Terjangan banjir menghancurkan badan jalan alternatif yang dikerjakan Rabu malam 5 April," kata Lurah Takari, Yosephus Asbanu, seperti dikutip Antara, Jumat 7 April 2017. 

Badan jalan alternatif itu dikerjakan Balai Jalan Nasional melalui badan sungai Enokenpuaf. "Saat banjir susulan Kamis, jalan putus dan menghanyutkan gorong-gorong yang dipasang di jalan alternatif itu," jelasnya.

Dia mengatakan, telah meminta warga untuk membantu memperbaiki jalan alternatif tetapi masih harus menunggu banjir surut. "Kami masih menunggu sampai air surut, baru warga dan para pemuda masuk sungai untuk timbun lagi jalan alternatif," jelas Asbanu.

Ia menjelaskan, antrean kendaraan mengular sudah hampir 4 kilometer, karena jalur altertif itu tidak bisa dilewati. "Kalau mereka yang menggunakan sepeda motor, bisa diseberangkan menggunakan papan oleh pemuda di jembatan yang ambruk itu," katanya menambahkan.

Dia mengaku, para petugas dari Balai Jalan Negara sudah tiba di lokasi dan saat ini sedang mempersiapkan perbaikan jalan alternatif. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NTT Andre Koreh mengatakan, tetap diupayakan jalan alternatif. "Prinsipnya, akses transportasi antarwilayah tidak boleh terhenti total. Akses harus tetap terbuka walaupun harus melalui jalan darurat," kata Andre Koreh.


(ALB)

Aziz Pastikan Langkahnya Gantikan Novanto di DPR

Aziz Pastikan Langkahnya Gantikan Novanto di DPR

24 minutes Ago

Aziz mengungkapkan tidak ada satupun pasal di UU MD3 dan Tata tertib DPR RI yang mewajibkan leg…

BERITA LAINNYA