TNI Mewaspadai Gejala Intoleransi & Radikalisme di Baubau

   •    Kamis, 18 May 2017 08:58 WIB
nkri
TNI Mewaspadai Gejala Intoleransi & Radikalisme di Baubau
Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur membawa spanduk bertuliskan NKRI Harga Mati dalam deklarasi menolak paham radikalisme masuk kampus, Kamis (11/5/2017). Foto: MI/Palce Amalo

Metrotvnews.com, Baubau: Komando Rayon Militer Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, mewaspadai potensi penyebaran paham radikal dan intoleransi di Kota Baubau. Komandan Rayon Militer Kota Baubau Mayor Infanteri Buhari Zau mengakui di kota ini ada gejala intoleransi dan radikalisme.

"Berkat kerja sama semua pihak, kegiatan-kegiatan yang mengarah ke situ dapat dicegah," kata Buhari dalam acara bertajuk Antisipasi Intoleransi dan Paham Radikalisme untuk Mempertahankan Keutuhan NKRI di Baubau, Kamis 18 Mei 2017.

Menurut dia, setidaknya ada dua ormas yang pernah menunjukkan sikap intoleran saat demonstrasi. "Kami amati kegiatan-kegiatan setiap organisasi, organisasi kepemudaan dan ormas, kalau mereka kegiatannya negatif, kami koordinasi dengan Polri untuk mencegah itu," katanya.

Dia menyampaikan, dalam mencegah berkembangnya bibit-bibit intoleransi dan radikalisme di Baubau, pihaknya mensosialisasikan program Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat. Program pendidikan bagi anak sekolah ini diselenggarakan rutin setiap tiga bulan sekali.

"Satu Kodim menyelenggarakan sosialisasi Wawasan Kebangsaan di empat kabupaten dan satu kota, termasuk Baubau. Ada 10 ribu anak yang mengikuti sosialisasi ini," katanya.


Spanduk bertuliskan tolak radikalisme dan anti Pancasila di Depok. Foto: MI/Bary Fathahilah

Dalam penyuluhan tersebut, pemateri berasal dari TNI, Polri dan pemda. Materi Wawasan Kebangsaan mengenai Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika untuk memperkuat rasa kecintaan peserta terhadap NKRI.

Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI untuk menjaga suasana kondusif di Baubau. Suryo juga mengatakan pihaknya mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan ke sejumlah warga dan memberikan penyuluhan mengenai deradikalisasi.

Strategi lainnya yakni mendatangi tokoh agama untuk berdiskusi dan menyamakan persepsi. Kerja sama juga dengan pendidik, tokoh pemuda, LSM, dan media massa untuk mencegah berkembangnya bibit intoleransi dan radikalisme.

"Langkah ketiga, kami mendatangi tokoh pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi," kata Suryo Aji. (Antara)


(TRK)

KPK Periksa Adik Andi Narogong

KPK Periksa Adik Andi Narogong

50 minutes Ago

Vidi akan diperiksa untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

BERITA LAINNYA