Warga Diminta Menjauhi Kawah Gunung Agung

Raiza Andini    •    Kamis, 14 Sep 2017 19:36 WIB
erupsi gunung
Warga Diminta Menjauhi Kawah Gunung Agung
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Denpasar: Warga di sekitar Gunung Agung diminta tak mendekati puncak gunung. Paling tidak dalam radius tiga kilometer. Musababnya, aktivitas gunung sudah masuk level waspada atau level II.

"Masyarakat atau pengunjung agar tidak beraktivitas di area kawah dalam radius 3 km dari kawah gunung atau pada elevasi 1.500 meter dari permukaan laut," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis 14 September 2017.

Saat ini BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kabupaten Karangasem terkait peningkatan status Waspada Gunung Agung. Sosialisasi akan dilakukan kepada masyarakat agar mematuhi rekomendasi. 

"Rencana kontinjensi akan segera disusun untuk merencanakan segala kemungkinan jika adanya peningkatan status gunungapi lebih lanjut," tambahnya.

Pos pengamatan gunung api yang berlokasi di Desa Rendang, Karangasem telah merekam tujuh kali gempa vulkanik dalam amplitudo 2-6 mm dengan lama gempa 12-23 detik. 

Sementara itu pada hari Rabu 13 September 2017 telah terjadi empat kali gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplitudo 3 - 6 mm dan lama gempa 7 - 13 detik. 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplitudo 6 mm, S-P 4.8 detik dan lama gempa 37 detik.

Dari hasil pemantauan dari pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, saat ini belum ada perubahan dan tebal asap dari awan dalam kurun waktu tiga bulan. Namun pada tanggal 13 September kemarin telah keluar asap solfatara.

"Geologi melaporkan bahwa berdasarkan informasi dari pendaki pada 13 September lalu, terlihat hembusan solfatara dari dasar kawah yang sebelumnya tidak pernah terlihat sampai periksaan terakhir pada bulan April 2017," tambahnya.

Badan Geologi juga melaporkan data terukur terkait dengan peningkatan status, seperti material vulkanik, tingkat kegempaan dan citra termal. Pada indikator gempa Vulkanik Dalam (VA) mengindikasikan proses peretakan batuan di dalam tubuh gunungapi yang diakibatkan oleh tekanan fluida magmatik dari kedalaman mulai terekam meningkat jumlahnya secara konsisten sejak 10 Agustus 2017 dengan amplituda kegempaan vulkanik berkisar antara 3 mm sampai 10 mm.



(ALB)