BPOM Kepri Tarik Tiga Produk Sarden Diduga Mengandung Cacing

Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 21 Mar 2018 17:49 WIB
bpommakanan berbahaya
BPOM Kepri Tarik Tiga Produk Sarden Diduga Mengandung Cacing
Sarden merek IO. (Bukalapak)

Batam: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau menarik tiga produk ikan makarel dan sarden kaleng dari pasaran, Rabu, 21 Maret 2018. Tiga produk sarden kaleng dalam saus tomat tersebut diduga mengandung cacing sehingga membahayakan kesehatan konsumen. 

Ketiga produk pangan sarden kaleng tersebut, yakni IO, Hoki, dan Farmer Jack. "Kami menarik produk sarden kaleng tersebut dari peredaran mulai hari ini. Begitu isu ini berkembang kuat dan ada instruksi dari BPOM Pusat, kami langsung bergerak merazia dan menarik ketiga merek sarden kaleng itu," ungkap Kepala BPOM Kepri, Yosep Dwi Irwan, Rabu, 21 Maret 2018. 

Yosep mengungkapkan, ketiga produk tersebut merupakan produk pangan asal Tiongkok dan diimpor secara legal ke Indonesia oleh importir yang berbeda. Sarden kaleng merk IO, diimpor oleh PT Mexindo Mitra Perkasa. Adapun sarden Hoki diimpor oleh PT Interfood Sukses Jasindo, dan Farmer Jack diimpor oleh PT Prima Niaga Indomas. 

"Kalau soal izin impor dan izin edarnya lengkap. Enggak ada masalah. Kesalahan hanya pada proses produksinya karena diduga ada kandungan cacing," ujar Yosep.

BPOM Kepri telah nenurunkan tim mengecek ke lapangan. Tim juga menarik produk pangan sarden kaleng yang ditemukan beredar di swalayan, toko, maupun pasar tradisional. 

"Upaya lain yang kami lakukan yakni, meminta secara resmi kepada pihak importir untuk menarik ketiga merek produk sarden kaleng itu dri peredaran. BPOM memberikan waktu paling lama satu bulan untuk menarik seluruh produk," tegasnya. 

Pihaknya juga akan menyisir toko-toko dan pedagang kecil di pasaran karena disinyalir ada juga pedagang kecil yang membeli langsung dari retail besar. 

"Selain Batam, tim kami juga akan memantau produk ini di wilayah lain, seperti di Tanjungpinang," ujarnya. 

Dia meminta masyarakat agar tidak resah terkait temuan tiga produk pangan sarden kaleng yang diduga bermasalah dalam proses produksinya. 

Ia menambahkan, cacing yang berada di sarden kaleng tersebut tidak terlalu membahayakan sejauh konsumen yang mengkonsumsi produk tersebut tidak memiliki riwayat alergi. 

Pasalnya, papar Yosep, cacing di dalam sarden kaleng bersifat protein yang akan memicu terjadinya alergi pada konsumen yang sebelumnya telah memiliki riwayat alergi. 

"Kalau yang tidak memiliki riwayat alergi, tidak akan terlalu berpengaruh. Berbeda jika cacing itu dalam kondisi hidup. Cacing ini bisa berkembang di dalam tubuh manusia dan itu yang membahayakan," katanya. 


(LDS)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA