Kepolisian Diminta Berantas Geng Motor di Bali

Raiza Andini    •    Rabu, 12 Jul 2017 17:33 WIB
perselisihan tni
Kepolisian Diminta Berantas Geng Motor di Bali
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Denpasar: Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Hotman Hutahean meminta Kepolisian memberantas geng motor dari wilayah Bali. Terlebih, dalam aksinya mereka seringkali membawa senjata tajam, seperti airsoft guns, belati, dan parang.

"Kami dalam kesempatan ini meminta agar Polda Bali jangan memberikan ruang untuk geng motor. Pokoknya tidak ada tempat bagi geng motor," kata Hotman di Denpasar, Bali, Rabu 12 Juli 2017.

Pada kesempatan itu, Hotman juga menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian yang berhasil menangkap pelaku penusukan Prada Yanuar Setiawan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. "Ini suatu prestasi. Jangan biarkan mereka ini dibiarkan," tandasnya.

(Baca: Siswa Infanteri Tewas Dikeroyok Pemotor)

Sebelumnya, Yanuar tewas dalam perkelahian dengan sekelompok orang di trotoar jalan Bypass Ngurah Rai, Nusa Dua. Tepatnya di depan SPBU Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, sekira pukul 05.00 WITA pada Minggu 9 Juli 2017.

Pemuda asal Manggarai, NTT, itu tengah berlibur usai melaksanakan ujian di pendidikan infanteri Buleleng. Pada saat itu, Yanuar bersama teman-temannya dari Kodim Badung 1611 pergi ke rumah kawannya di kawasan Nusa Dua.

Sepulangnya dari sana, Yanuar pergi bersama empat temannya menggunakan empat sepeda motor sekira pukul 05.00 WITA. Mereka diadang segerombolan pemotor yang membawa senjata tajam.

Lantas mereka baku hantam. Nyawa Yanuar tidak bisa diselamatkan karena mengalami luka serius di bagian dada.

Seluruh tersangka sudah dibekuk polisi. Mereka yakni, CI, 18, yang menyerempet dan memukul korban; DKDA, 17, yang menusuk korban menggunakan belati; dan RA, 19, memukul wajah korban. Polisi juga menangkap F, 22, saksi yang melihat di TKP saat terjadinya perkelahian.


(NIN)