Aset ABU Tours yang Disita Polisi Bernilai Rp150 Miliar

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 12 Apr 2018 11:38 WIB
penipuanibadah umrah
Aset ABU Tours yang Disita Polisi Bernilai Rp150 Miliar
Aset ABU Tours yang disita Polda Sulsel. (Medcom.id/Andi Aan P)

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terus mengumpulkan aset yang terkait dengan perusahaan travel umrah PT Amanah Bersama Ummat (ABU) Tours. Aset itu sebagai barang bukti dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan bos perusahaan, Hamzah Mamba.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan sebagian aset didapatkan di wilayah Makassar, sebagai lokasi kantor pusat ABU Tours. Sisanya tersebar di beberapa daerah, seperti Jakarta, Palembang, dan Depok.

“Estimasi sementara, aset yang disita berjumlah Rp150 miliar,” kata Dicky di Makassar, Kamis, 12 April 2018.

Baca: Aset ABU Tours Dikumpulkan di Makassar

Dari catatan penyidik Polda Sulsel, barang bukti terdiri dari 21 aset tak bergerak. Antara lain 17 rumah dan ruko di Makassar, serta masing-masing dua di Jakarta dan Depok.

Bukti lain berupa 34 unit kendaraan. Rinciannya, di Makassar disita 16 mobil dan empat sepeda motor. Di Jakarta ada 13 mobil, dan satu mobil lagi didapatkan di Palembang.

Polisi juga menyita 33 unit aset perangkat elektronik. Terdiri dari 26 komputer, dua laptop, dan empat kamera. Sisanya berupa uang tunai dari beragam mata uang.

“Ada mata uang Rupiah, Riyal, Dolar Amerika, Dinar, Ringgit, dan Dolar Singapura,” ujar Dicky.

Baca: Permohonan PKPU ABU Tours Dikabulkan

Dicky memastikan aset yang terkumpul ini belum final, karena masih ada barang lain yang masih ditelusuri keberadaannya. Ada juga yang diduga telah dipindahtangankan ke orang lain.

“Hari ini kita juga akan kembali menyita dua rumah bersertifikat milik CEO ABU Tours Hamzah Mamba di kabupaten Maros (Sulsel). Masih ada beberapa lain yang akan menyusul,” Dicky menambahkan.

Saat ini Polda Sulsel baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ABU Tours. Perusahaan ini diduga menelantarkan 86 ribu jemaah umrah di 15 provinsi. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp1,8 triliun.

Dicky mengatakan, aset perusahaan nantinya bisa dilelang untuk mengembalikan uang jemaah. Namun keputusan soal itu tergantung hasil sidang di pengadilan nanti.

“Saat ini kami di kepolisian fokus dulu menyidik kasus ini, sambil mengumpulkan aset. Kami juga terus mengumpulkan keterangan saksi, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” kata Dicky.




(ALB)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA