Menhub Tinjau Proyek Penghubung Landasan Pacu Bandara Soetta

Hendrik Simorangkir    •    Minggu, 15 Apr 2018 17:45 WIB
bandara soekarno-hatta
Menhub Tinjau Proyek Penghubung Landasan Pacu Bandara Soetta
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan jalur penghubung landasan pacu Bandara Soetta, Tangerang. (Medcom.id/Hendrik S)

Tangerang: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan jalur penghubung landasan pacu (east cross taxiway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Kedatangan Menteri Budi untuk memastikan pembangunan landasan pesawat berjalan sesuai prosedur.  

Budi mengatakan, pembangunan ini bertujuan untuk mendukung pergerakan pesawat yang lebih dinamis.

"Proyek ini intinya bertujuan meningkatkan kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta, yang sekarang ini sudah ada 63 juta dan akan direncanakan menampung kurang lebih 100 juta lebih pergerakan pesawat," ujar Budi saat meninjau proyek landasan pacu di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 15 April 2018. 

Budi menjelaskan, saat ini di Bandara Soetta terdapat 81 pergerakan pesawat per jam. Dia berharap, melalui proyek ini bisa lebih dari 114 pergerakan pesawat per jamnya. 

"Maka dari itu saat ini kita sedang fokus dengan membangun runway 3, untuk dapat memenuhi pergerakan pesawat itu semua," bebernya. 

Hal ini tentunya membuat operasional pesawat semakin efisien di samping meningkatkan on time perfomance maskapai, sehingga berujung pada peningkatan pelayanan penumpang pesawat

Budi menambahkan, di Bandara Soetta juga akan dibangun cargo village. Cargo village dibangun untuk menampung semua barang untuk pengiriman dan penerimaan melalui bandara.

"Permintaan akan pengiriman dan penerimaan barang melalui udara di Bandara Soekarno-Hatta terbilang banyak, maka dari itu kami akan bangun cargo village dengan kapasitas jauh lebih besar untuk menampung itu semua," jelas Budi. 

Terkait progres pembangunan jalur penghubung landasan pacu, Dirut Angkasa Pura II Muhamad Awaluddin menuturkan, penyelesaian runway  memakan waktu 16 bulan yang dimulai pada Desember 2017.

"Baru 10 persen progresnya, mungkin selesainya bulan Juli 2019. Pembangunan ini bertujuan mendukung peningkatan kapasitas runway sehingga semua pergerakan pesawat dapat diakomodir menjadi lebih efisien," kata Awaluddin.


(LDS)