PDAM Kupang Pastikan Debit Air Normal Hingga Akhir Mei

Antara    •    Rabu, 17 May 2017 10:01 WIB
pdam
PDAM Kupang Pastikan Debit Air Normal Hingga Akhir Mei
Mobil tangki mengisi air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM ) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur -- MI/Palce Amalo

Metrotvnews.com, Kupang: Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Kupang memastikan, debit air di semua unit produksi yang digunakan menyalurkan air ke pelanggan dalam kondisi normal hingga akhir Mei 2017.

"Tidak ada penurunan debit meski sudah mulai memasuki kemarau dan diprediksi berlangsung hingga Agustus. Sehingga, suplai ke pelanggan akan terus normal," kata Direktur PDAM Kupang Noldi Mumu di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu 17 Mei 2017.

Menurut Noldi, normalnya debit air di 18 unit produksi milik PDAM Kupang hingga pertengahan Mei ini disebabkan curah hujan yang tetap ada pada akhir 2016 hingga awal 2017. Hal ini tentu memberikan kontribusi siginifikan untuk menambah air baku di seluruh unit produksi milik PDAM.

Kondisi ini, lanjut Noldi, sangat berbeda dengan periode sama di 2016. Pada awal Mei, PDAM Kupang sudah mengalami penurunan debit hingga 80 persen di semua unit produksi. Kondisi itu memaksa PDAM melakukan sejumlah cara tak biasa dalam melayani pelanggan.

"Di saat debit menurun, maka suplai air ke rumah pelanggan akan dikurangi dan bahkan waktu alir dikurangi. Ini untuk menjaga agar seluruh pelanggan bisa mendapat bagian sama distibusi air bersih itu," katanya.

Noldi berharap, kondisi dengan debit normal atau maksimal ini bisa terus berlangsung hingga Agustus dan September yang biasanya menjadi puncak kemarau. "Kita hanya bisa berharap, namun semuanya tergantung alam," katanya.

Pelanggan diharap bisa menghemat pemakaian air di rumah masing-masing agar tidak terbuang. "Ini penting untuk tetap menjaga stabilitas pemanfaatan air di tempat pelanggan," tambahnya.

Menurut Noldi, Kupang seharusnya memiliki bendungan berkapasitas besar untuk bisa melayani kebutuhan air baku warga sepanjang tahun. Bendungan Kolhua menjadi satu-satunya alternatif yang harus dilakukan untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan air baku.

"Kalau masih berharap dengan kondisi sumber air baku yang ada, saya khawatir pemenuhan kebutuhan air warga akan terabaikan," katanya.

Secara berangsur, lanjut Noldi, jumlah konsumen penikmat air baku PDAM Kupang juga terus bertambah. Saat ini, pelanggan PDAM Kota Kupang berkisar 12 ribu.

Dengan penambahan pelanggan,  tentu penting juga ditambah sumber air bakunya sebagai unit produksi. "Karenanya, Bendungan Kolhua menjadi alternatif utama," kata Noldi.

Terpisah, Wali Kota Kupang Jonas Salean mengaku terus melakukan upaya pendekatan kepada warga pemilik lahan lokasi pembangunan Bendungan Kolhua. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan bendungan yang sudah masuk prioritas Pemerintah dalam era Presiden Joko Widodo itu.

"Pendekatan adat dan budaya kepada pemilik lahan terus dilakukan bersama-sama Pemerintah Provinsi agar bisa terjadi percepatan pembebasan untuk realisiasi bendungan tersebut," pungkas Jonas.


(NIN)

Setnov Tak Menyangka Langsung Ditahan KPK

Setnov Tak Menyangka Langsung Ditahan KPK

55 minutes Ago

Usai menjalani pemeriksaan awal di KPK, tersangka kasus korupsi KTP-el Setya Novanto ditempatka…

BERITA LAINNYA