Kalbar Mewaspadai Pelarian Kelompok Bersenjata dari Marawi

Agung Widura    •    Senin, 19 Jun 2017 13:44 WIB
terorisme di filipina
Kalbar Mewaspadai Pelarian Kelompok Bersenjata dari Marawi
Ribuan personil TNI Polri disiagakan di 3 batas negara Indonesia Malaysia dan Filipina -- MI/Victor Ratu

Metrotvnews.com, Pontianak: Gubernur Kalimantan Barat Cornelis memerintahkan setiap kepala daerah di wilayahnya mengawasi orang yang dianggap mencurigakan di daerah masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi pelarian kelompok bersenjata Maute asal Marawi, Filipina.

"Perlu kita waspadai, karena saya mendapatkan informasi ada beberapa simpatisan dari luar negeri mulai masuk wilayah Indonesia," kata Cornelis di Pontianak, Senin 19 Juni 2017.

Filipinan saat ini tengah gencar menyerbu markas kelompok bersenjata di Marawi. Pasukan militer sejauh ini terus menyerbu dan mempersembit ruang herak kelompok bersenjata. Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara lain merupakan daerah yang sangat rawan.

"Kita (pemprov) bersama warga kalbar bersama-sama harus melakukan pengawasan. Tapi, mengawasinya tidak berlebihan, wajar-wajar saja," tegasnya.

(Baca: Wiranto: Konflik Marawi Berbahaya Bagi Keamanan Negara)

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/ Tanjungpura Kolonel Inf. Tri Rana Subekti menambahkan, pihaknya menyiagakan satuan pengamanan perbatasan untuk melakukan pengawasan. Pengamanan perbatasan ini untuk mencengah masuknya kelompok teroris ke Indonesia.

"Kami sudah siagakan dua batalyon satgas perbatasan yang bertugas mengawasi dan mencegah masuknya kelompok teroris yang datang ke Indonesia," ungkap Tri.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto akan merangkul negara tetangga untuk mencegah perkembangan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Asia Tenggara. Wiranto pun akan memperkuat perbatasan Indonesia untuk mencegah dampak konflik di Filipina.

(Baca: Pekan Depan Menko Polhukam Bahas Penguatan Perbatasan di Manado)

Wiranto akan meminta masing-masing matra TNI memperkuat pos perbatasan yang mereka jaga. Tak hanya TNI, peran pemerintah daerah pun diharapkan dapat mencegah merembetnya paham radikal tersebut.

Wiranto juga akan mengumpulkan seluruh perwakilan pemerintah daerah berkoordinasi secara komprehensif. Dalam rapat itu, Wiranto akan menjabarkan rencana yang telah dibuat pemerintah menangkal ajaran ISIS.


(NIN)