Mendes Minta Anak Transmigran Majukan Daerahnya

Intan fauzi    •    Jumat, 17 Feb 2017 23:24 WIB
pembangunan
Mendes Minta Anak Transmigran Majukan Daerahnya
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (kedua kiri) meninjau langsung pemanfaatan dana desa di Desa Wailolong, Kamis (9/2). Dana desa digunakan untuk pembangunan balai desa dan penyediaan air bersih. Foto: MI/Palc

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta anak-anak transmigran yang sudah mapan untuk turut menyukseskan daerah transmigrasi.

Eko berharap anak-anak transmigran memperjuangkan daerah-daerah transmigrasi yang belum menjadi desa agar terbentuk menjadi desa.

"PATRI (Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia) yang sudah sukses jangan seperti kacang lupa kulitnya. Sekarang kalian sudah mapan di kota besar. Tengok dan bantu transmigrasi supaya sukses. PATRI harus bisa menjadi motor pembangunan di desa-desa dan bisa mengurangi kesenjangan di daerah transmigrasi," kata Eko saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Peringatan HUT ke-13 PATRI di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Jumat 17 Februari 2017.

Eko menjelaskan, program transmigrasi telah menghasilkan sejumlah kesuksesan. Program tersebut telah menciptakan lebih dari 1.400 desa mandiri di luar Pulau Jawa, 384 kecamatan, 114 kabupaten, dan dua ibu kota provinsi.

"Rata-rata daerah transmigrasi telah menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa. Transmigrasi juga telah membawa kesuksesan bagi keluarga transmigrasi karena ada yang menjadi pengusaha, Rektor, Kapolda, Gubernur, Profesor dan lainnya," jelas Eko.

Untuk terus meningkatkan pemerataan dan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, lanjut Eko, pemerintah tahun ini fokus pada kebijakan transmigrasi lokal dengan mengutamakan perpindahan penduduk setempat.

Hal tersebut dilakukan untuk mengatasi kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal yang masih kalah dari para transmigran.

“Nantinya, para transmigran lokal tersebut akan diberdayakan agar masyarakat lokal bisa sejahtera. Kecuali ada daerah yang minta karena jumlah penduduknya kurang, seperti di Sulawesi Tengah dan Kalimantan Utara,” ungkap Eko.

Selain itu, Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk itu juga menjelaskan mengenai persoalan status kepemilikan tanah bagi para transmigran yang belum jelas. Ia mengakui masih terdapat sekitar 500 ribu hektare lahan transmigrasi yang sudah ditempati para transmigran selama puluhan tahun namun belum bersertifikat.

"Persoalan tanah ini sudah kami tindaklanjuti. Jadi, nanti untuk daerah-daerah transmigrasi yang sudah ditempati selama berpuluh-puluh tahun untuk pelepasan haknya tidak perlu dilakukan lagi. Langsung pengukuran dan langsung dilakukan proses sertifikasi," pungkas Eko.


(DEN)