Tanjakan Emen Perlu Dibuat Jalur Penyelamat

Farhan Dwitama    •    Senin, 12 Feb 2018 09:07 WIB
kecelakaan lalu lintas
Tanjakan Emen Perlu Dibuat Jalur Penyelamat
Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Medcom.id/ Farhan Dwitama

Tangerang: Kakorlantas Mabes Polri Irjen Royke Lumowa menyebut kecelakaan yang terjadi pada Sabtu, 10 Februari 2018, di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, tak hanya sekali terjadi. Padahal, seluruh kelengkapan jalan sudah lengkap.

“Rambu lengkap, penerangan ada, Apalagi itu kejadiannya sore, Tiang lampu ada, kemudian hanya yang tadi saya sampaikan, kendaraan yang memang rem gak berfungsi baik, khususnya sistem pengereman pada roda kanan belakang,” terang Royke.

Dia menyarankan ada jalur peyelamat (emergency safety area) di buat di sisi tanjakan. Jalur penyelamat ini dapat digunakan kendaraan yang tidak terkendali saat mendaki atau turun.

“Kalau ada lahan, harusnya ada jalur penyelamat dan disiapkan Pemda setempat atau perhutani. Karena itu lahan perhutani sepertinya,” ucap Royke.

(Baca: Tragedi di Tanjakan Emen Bukan karena Bus Overload)

Tanjakan Emen perlu mendapat perhatian serius dari multiinstansi. Mulai dari faktor keselamatan penumpang, pengemudi, hingga ke pengelolaan jalan.

"Semua itu terkait tentang jalan geometris buangan sentrimetis di tanjakan tersebut,” ucap Irjen Pol Royke Lumowa, Minggu 11 Februari 2018 malam.

(Baca: Manajemen PO Bus Kecelakaan di Subang Segera Diperiksa)


(SUR)