Kapal Makmur Rejeki Tenggelam, 6 ABK Hilang

Antara    •    Rabu, 15 Nov 2017 18:52 WIB
kapal tenggelam
Kapal Makmur Rejeki Tenggelam, 6 ABK Hilang
ilustrasi Metrotvnews.com

Kotabaru: Kapal Motor Makmur Rejeki asal Jawa Tengah karam di perairan Masalima, Kalimantan Selatan, Senin 13 November sekitar pukul 11.00 Wita. Satu dari 25 anak buah kapal tewas, sedangkan enam orang lainnya hilang.

Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Kotabaru, Kapten Laut (P) Dwi Sulistyo, mengatakan, tim penyelamat langsung mencari korban begitu menerima laporan kapal nelayan itu tenggelam. "Sampai di sana kami bertemu KM Rudi Putra, kapal nelayan yang pertama mengevakuasi para korban," kata Dwi.

ABK selamat yang berada di KM Rudi Putra beserta jenazah satu ABK dievakuasi ke KAL Kelambau dan selanjutnya dibawa ke Kotabaru. Mereka kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Nakhoda Kapal Rejeki Rasulin menceritakan musibah terjadi saat para ABK sedang bekerja. Kapal bertonase 58 GT itu tiba-tiba oleng saat ABK tengah menarik jaring penuh ikan. "Tidak ada angin, tidak ada gelombang, bocor tidak juga. Waktu menarik jaring, miring, langsung terbalik," tuturnya.

Anehnya beban kapal berada di sisi kanan, namun kapal justru terbalik ke sebelah kiri. Seluruh ABK yang tercebur menyelamatkan diri masing-masing dengan mencari pelampung, kemudian naik ke badan kapal yang timbul. Berbekal galon air mineral, Rasulin berenang mencari pertolongan.

"Saya berenang perkiraan selama dua jam, ada satu mil jauhnya," tuturnya.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, para korban selamat kini ditampung di kantor pos SAR Kotabaru. Para ABK itu tengah menunggu kapal yang rencananya akan dikirim juragan mereka dari Pati untuk menjemput ke Kotabaru.

Sementara itu, enam orang ABK KM Makmur Rejeki yang hilang belum diketahui nasibnya. Tim SAR gabungan Basarnas, TNI AL, dan polisi perairan masih mengupayakan pencarian.

Koordinator Pos SAR Kotabaru Teguh Prasetyo mengatakan para korban diduga sudah hanyut terbawa arus, karena pencarian yang dilakukan rekan-rekan korban di sekitar kapal setelah kejadian tak menemukan apapun.

"Beberapa personel kita sudah di sana bergabung dengan Angkatan Laut dan Polair. Penyisiran masih di sekitar lokasi, mungkin akan menyebar sedikit kira-kira lima mil dari TKM," paparnya.


(ALB)