Festival Budaya Tua Buton 2016, Upaya Lestarikan Budaya dan Promosi Wisata

Rosa Anggreati    •    Rabu, 24 Aug 2016 09:00 WIB
wisata indonesia timur
Festival Budaya Tua Buton 2016, Upaya Lestarikan Budaya dan Promosi Wisata
Festival Budaya Buton Tua 2016 (Foto:MI/Halim Agil)

Metrotvnews.com, Jakarta: Festival Budaya Tua Buton kembali diselenggarakan tahun ini, oleh Pemerintah Kabupaten Buton. Tema yang diangkat ialah Melestarikan Budaya Masa Lampau, Membangun Masa Depan.
 
Festival yang digelar di alun-alun Takawa Desa Dongkala, Pasarwajo, itu telah dibuka pada Sabtu, 19 Agustus, dan akan memasuki puncak acara pada 24 Agustus.
 
Sesuai namanya, festival yang digelar sejak 2013 itu mempertunjukkan budaya Buton, yakni Tarian Kolosal 10 ribu penari, Tandaki, dan Pekande-kandea.
 
Tarian Kolosal 10 ribu penari akan mempertunjukkan empat jenis tarian dengan jumlah penari sebanyak 10 ribu orang dari kalangan pelajar yang ada di kabupaten Buton. Keempat jenis tarian tersebut adalah Ponare, Potimbe, Bosu, dan Lumense.
 
Sementara, Pekande-kandea dalam bahasa Wolio berarti "makan-makan untuk menyambut para tamu." Para gadis yang telah berdandan mempersiapkan nampan-nampan berisi makanan. Mereka memakai baju adat kombo Wolio khusus untuk para gadis perawan yang belum menikah. Pekande-kandea menyajikan sekitar 2.000 talang yang berisi makanan khas Buton.


Pekande-kandea (Foto:Dok.Pemkab Buton)
 
Sanggul khas di kepala mereka sebagai penanda bahwa mereka gadis yang belum menikah. Mereka lalu menata piring-piring dan gelas-gelas untuk para tamu yang akan duduk di depan mereka.
 
Kemudian, ada Tandaki. Ini adalah upacara yang berkaitan dengan penyunatan bagi anak laki-laki yang telah masuk akil baligh, yang melambangkan bahwa anak laki-laki tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala perintah dan larangan yang diajarkan dalam agama Islam.

Pada festival tersebut turut diselenggarakan beberapa perlombaan, yaitu lomba kabhanti, lomba musik anak jalanan, lomba lagu daerah, serta lomba tari tradisional.


Tari Ponare (Foto:Dok.Pemkab Buton)

Semua pertunjukan dan perlombaan yang digelar merupakan bagian dari adat dan budaya Buton sejak zaman kerajaan.
 
Acara puncak Festival Budaya Tua Buton akan digelar berbarengan dengan peresmian kantor pemerintah Kabupaten Buton di Takawa, Pasarwajo.
 
 
Masuk dalam Agenda Nasional
 
Festival Budaya Tua Buton menjadi agenda rutin tahunan festival nasional dan diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buton. Melalui festival budaya ini diharapkan menyukseskan program pemerintah kabupaten Buton dalam Visit Buton 2016.
 
Promosi budaya dan wisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton mendapat dukungan penuh Bupati Samsu Umar Abdul Samiun dan Wakil Bupati La Bakry (Oemar Bakri).


 Bupati Buton Samsul Umar Abdul Samiun (Foto:MI/Halim Agil)

“Kami akan terus menghidupkan adat dan budaya lokal. Festival ini setiap tahun kami gelar. Kami akan terus menggelar festival budaya yang merupakan ciri khas daerah kami,” ujar Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun.
 
Festival budaya itu menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara. Pada tahun lalu, ritual dole-dole dan pekande-kandea yang digelar secara massal tercatat dalam rekor Muri.
 
Menurut Umar, festival budaya telah digagas pemerintah daerah menjadi kalender daerah yang diselenggarakan setiap tahun.
 
“Kementerian Pariwisata pada perhelatan Festival Budaya Tua Buton tahun lalu, menjanjikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda nasional,” kata Umar.


(ROS)