Tim Penanggulangan Bencana Jepang Tiba di Palu

ant    •    Sabtu, 06 Oct 2018 15:49 WIB
Gempa Donggala
Tim Penanggulangan Bencana Jepang Tiba di Palu
Pasukan angkatan udara Jepang bersama pasukan angkatan darat Indonesia mengeluarkan bantuan dari Pesawat Hercules C-130 H Japan Air Self-Defense Force di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10). MI/M Taufan SP Bustan

Palu: Tim penanggulangan bencana dari Jepang tiba di Palu, Sabtu, 6 Oktober 2018. Tim yang terdiri atas Unit Pasukan Bela Diri Jepang, juga membawa barang bantuan tanggap darurat seberat delapan ton.

Dengan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules, bantuan dari "Negeri Matahari Terbit" seberat delapan ton tersebut, tiba di Bandara Mutiara SIS Al Jufri pada pukul 10.50 Wita. 

Perwakilan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) di Indonesia, Goto Shinya, merinci barang bawaan mereka delapan ton tersebut, terdiri atas 500 unit tenda, 20 unit mesin pemurni air (water purify), 80 unit generator, dan 20 ribu penjernih air (flocurant).

"Kami membawa bantuan delapan ton ini, adalah amanat kepedulian dari masyarakat Jepang pada bencana yang terjadi di Palu," kata Goto di lokasi penurunan kargo.

Koordinator posko gabungan Kementerian Luar Negeri, Imigrasi, dan Bais TNI Jean Anes menyebut bantuan yang datang pada Sabtu siang tersebut, merupakan yang pertama datang dari Jepang.

"Ini merupakan kontribusi yang pertama datang dari Jepang, setelah proses seleksi yang dilalui di Balikpapan," kata Anes di lokasi penurunan kargo. 

Seleksi tersebut, kata Fungsional Ditjen Protokol Konsuler tersebut, untuk efisiensi pemberian bantuan korban bencana agar sesuai dengan yang mereka butuhkan, terutama di wilayah yang sulit terjangkau.

"Bantuan dari luar negeri itu, termasuk tenaga manusianya, harus melalui Kementerian Luar Negeri dulu dan diketahui jenis barangnya, di mana yang kita butuhkan saat ini, adalah tenda, 'water treatment', generator, disinfektan, serta bantuan angkutan untuk memudahkan transportasi bantuan lebih cepat di luar itu tidak diterima, karena harus diutamakan dari dalam negeri," ujar dia.

Anes menyebut hingga saat ini sudah ada 28 negara yang didata dengan sebagian sudah memasuki Palu atau Indonesia melalui Balikapapan atau Makassar. Negara yang bantuannya sudah masuk Palu, antara lain Singapura, Australia, Selandia Baru, India, dan Jepang, sedangkan yang masih terparkir di
Balikpapan, antara lain dari Inggris, Jerman, Qatar, Swiss, dan Malaysia.


(ALB)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

31 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA