Perampok Rumah Camat di Manado Komplotan Antarprovinsi

Mulyadi Pontororing    •    Senin, 21 Jan 2019 14:59 WIB
pencurian
Perampok Rumah Camat di Manado Komplotan Antarprovinsi
Kapolersta Manado Kombes Benny Bawansel (kiri), Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo (tengah) saat memimpin konferensi pers kasus perampokan dengan kekerasan di rumah camat di Kota Manado, Senin, 21 Januari 2019.

Manado: Polresta Manado, Sulawesi Utara berhasil menangkap para pelaku perampokan di rumah seorang camat di Manado, pada 12 Januari 2019 lalu.

Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolresta Manado Kombes Benny Bawansel didampingi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo, terungkap bahwa para perampok merupakan komplotan perampok antarprovinsi, yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka masiang-masing M alias Kace, 45, N alias Ecet 41, H alias Andi, 29, dan AR alias Adi, 48, dan JL alias Joni, 41.  "Dari hasil interogasi kelima tersangka datang ke Manado hanya untuk melakukan aksi kejahatan," kata Benny, di Mapolresta Manado, Senin, 21 Januari 2019.

Benny mengungkapkan, salah satu tersangka yakni Joni, bahkan sudah dua tahun menetap di Manado. Dia bertugas untuk memantau dan menguasai medan di Manado. "Setelah itu dia ajak kawan-kawannya untuk beraksi di Manado," ujar Benny.

Mereka pun membagi tugas. Ada yang menjadi sopir, ada yang mencari jasa sewa kendaraan dan ada yang masuk ke lokasi untuk beraksi. Dalam interogasi juga, terungkap aksi mereka sudah ketiga kalinya dilakukan di Kota Manado.

"Ternyata mereka sudah beraksi di tiga lokasi berbeda di Manado. Pertama pada Desember 2018 di Kelurahan Malendeng, tepatnya di perumahan Malendeng Residence, pada 6 Januari 2019 di Kelurahan Paniki Bawah dan 12 Januari 2019 di perumahan GPI Manado. Kerugian hingga ratusan juta," beber Benny.

Dari tangan para tersangka polisi pun menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, sejumlah perhiasan, sejunlah dompet, telepon genggam, sepatu, koper, linggis, parang, senjata mainan, sepeda motor dan sejumlah butir peluru.

"Selongsong ini masih kita kembangkan lagi. Kami juga masih kembangkan kasusnya, untuk mengetahui lokasi-lokasi mana yang sudah jadi target aksi mereka," pungkas Benny.

Para tersangka sendiri dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


(ALB)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA