Arca Travel Ilegal

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 14 Sep 2017 14:14 WIB
ibadah umrah
Arca Travel Ilegal
Ilustrasi jemaah umrah di Makassar.

Metrotvnews.com, Makassar: Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan memastikan Arca Travel yang diduga menipu jemaah umrah sebagai perusahaan ilegal. Perusahaan bernama PT Arca Perkasa tersebut tidak pernah terdaftar sebagai penyedia layanan jasa travel umrah resmi.

"Setelah dicocokkan dengan bank data yang resmi, tidak ada nama Arca Perkasa. Perusahaan travel umrah itu memang fiktif," kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Kaswad Sartono di Makassar, Kamis 14 September 2017.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Sulsel menahan dua warga kota Makassar, yang dilaporkan menipu masyarakat dengan perusahaan travel umrah fiktif. Dalam kasus ini sebanyak 76 orang gagal berangkat ke Tanah Suci karena tiket yang dipegang ternyata palsu.

Tersangka masing-masing bernama M Arsad dan Haryadi, yang mengaku sebagai Direktur dan Komisaris PT Arca Perkasa Makassar atau Arca Travel. Perusahaan itu diklaim berkantor di jalan Batua Raya Nomor 3 Makassar, Sulsel. Namun setelah ditelusuri, ternyata beralamat palsu. Mereka tidak punya kantor.

Baca: Puluhan Warga Gagal Umrah karena Tiket Palsu

Tersangka dilaporkan usai gagal memberangkatkan 76 calon peserta umrah pada Mei tahun 2015. Dari jemaah dihimpun uang senilai Rp1,08 miliar, di mana setiap orang ditarik uang setoran Rp14 juta lebih.

Kaswad mengungkapkan, Arca Travel selama ini tidak pernah memberangkatkan jemaah umrah. Mereka hanya menghimpun jemaah lalu menitipkannya pada travel resmi. Namun belakangan para tersangka mengalami krisis keuangan yang menyebabkan jemaah gelombang terakhir gagal berangkat.

"Ini kasus lama. Apa yang dilakukan penyidik Polda, yakni menahan pelaku, sudah tepat. Karena mereka sudah dengan sengaja melakukan perbuatan penipuan," ujar Kaswad.

Kemenag Sulsel menghimpun 47 perusahaan travel umrah resmi. Daftar tersebut, kata Kaswad, sudah disosialisasikan ke kantor-kantor Kemenag dan KUA di seluruh kabupaten/kota. Karena itu, masyarakat yang hendak menjalankan ibadah umrah diimbau agar berkonsultasi dan meminta petunjuk lebih dulu pada kantor terdekat di wilayah masing-masing.

"Kami juga imbau masyarakat agar berhati-hati memilih perusahaan travel, serta tidak mudah percaya dengan iming-iming promo harga murah," Kaswad melanjutkan.



(ALB)