Empat Boks Barang Diboyong dari Rumah Terduga Teroris Serpong

Farhan Dwitama    •    Jumat, 11 Aug 2017 15:53 WIB
terorisme
Empat Boks Barang Diboyong dari Rumah Terduga Teroris Serpong
Barang bukti yang diamankan Polisi dari rumah terduga teroris SPT, di Cluster Melia Grove, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat 11 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/Farhan

Metrotvnews.com, Tangerang: Polisi membawa 4 boks barang bukti dari rumah kontrakan SPT, terduga teroris, di Perumahan Graha Raya Bintaro, Clutser Melia Grove, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten. SPT ditangkap tim Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri di rumah kontrakan itu, pagi tadi.

Barang yang dibawa antara lain dokumen, pisau, laptop, CPU, ponsel, buku jihad, voice recorder, tablet merek Samsung, CD jihad dan kompilasi nasyid, buku agenda, pisau badik, papan sasaran panah, dan sebuah hard disk. Barang-barang itu dikumpulkan di dalam empat boks kontainer.

"Ya, ada empat boks kontainer yang dibawa ke mobil polisi dari rumah dia (SPT)," ujar Husen, Kepala Keamanan Cluster, Jumat 11 Agustus 2017.

Husen mengatakan SPT ditangkap di pos penjagaan cluster, saat sedang mengantar sang anak ke sekolah sekitar pukul 06.20 WIB. SPT ditangkap polisi berseragam dan bersenjata lengkap.

"Yang turun ada dua orang, tapi saya tak tahu yang ada di mobil itu berapa orang karena kemudian langsung mengarah ke rumahnya," ucap dia.

Baca: Terduga Teroris Ditangkap di Serpong Dikenal sebagai Pekerja Furnitur

Di lokasi, hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas kepolisian dan TNI berpakaian preman masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan SPT ditangkap karena diduga mendanai kepergian sejumlah orang ke Filipina dan Suriah.

"SPT menggalang dana dan memberangkatkan beberapa orang ke Filipina dan Suriah," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta.

Di dua negara itu, ISIS menyerang pemerintahan dan militer setempat. Di Suriah, pasukan ISIS mengklaim melakukan serangan mematikan untuk mempertahankan Raqqa, ibu kota de facto kelompok militan tersebut, akhir Juli 2017.


(UWA)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

43 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA