Intelijen Dikerahkan Amankan Bandara Soetta dan Hang Nadim

Farhan Dwitama, Anwar Sadat Guna    •    Rabu, 06 Jun 2018 19:11 WIB
hari raya idul fitri
Intelijen Dikerahkan Amankan Bandara Soetta dan Hang Nadim
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi diperiksa petugas Bandara Hang Nadim saat memasuki terminal keberangkatan, Rabu 6 Juni 2018, Medcom.id - Anwar

Tangerang: Komunitas Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, menggelar apel pasukan dalam Operasi Ketupat 2018. Pengelola bandara pun meminta pengguna jasa penerbangan tak sembarangan bercanda yang berujung mengganggu keamanan dan kenyamanan.

"Selain mengganggu kenyamanan, orang yang bercanda dapat dipidana dalam waktu yang tak sebentar, belasan tahun," kata Senior Manager Of Branch Communication and Legal Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Erwin Revianto.

Apel berlangsung di Lapangan Bola Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 6 Juni 2018. Selain aparat penegak hukum, delegasi dari pemerintah setempat pun hadir.

Erwin mengatakan bandara merupakan objek vital. Potensi kerawanannya harus diprediksi dan dicegah. Penanganannya melibatkan stakeholders.

"Masalahnya misalnya kemacetan dan kecelakaan," lanjut Erwin.

Pengamanan dilakukan menjelang musim mudik Lebaran Idulfitri hingga balik. Fungsi intelijen, ujar Erwin, harus dioptimalkan.

Pengamanan yang mengerahkan intelijen pun dilakukan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Didid Widjanardi. Bila ditemukan tindakan terindikasi terorisme, Didid meminta anak buahnya bertindak tegas.

"Penegakan hukum secara tegas akan dioptimalkan melalui peran Satgas Antiteror Polri yang ada di seluruh jajaran Polda," ungkap Didid di sela kegiatan meninjau kesiapan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Polda Kepri di Pelabuhan Sekupang dan Bandara Hang Nadim bersama Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan FKPD Kepri.

Dalam mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1439H, sambung Didid, Polda Kepri juga mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan di tempat ibadah, pusat keramaian, pelabuhan dan bandara, markas Polda, serta objek vital lainnya. 

Didid memerintahkan jajarannya agar mengamankan objek-objek tersebut. Termasuk pendampingan personel pengamanan oleh polisi bersenjata atau buddy system. "Saya perintahkan seluruh jajaran meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan, terutama di objek-objek tersebut, serta kerjasama dengan rekan–rekan TNI maupun stakeholders terkait," ujarnya. 

Di tengah maraknya aksi dan serangan teroris di sejumlah wilayah di Tanah Air, Didid tak memungkiri bahwa sel atau jaringan kelompok teroris ada di sejumlah wilayah di Tanah Air. Wilayah Kepri juga mendapat atensi Kapolda mengingat sebelumnya Polri mengungkap dan menangkap beberapa orang terduga jaringan teroris di Batam, yaitu kelompok Khatibah Gonggong Rebus (KTB) pimpinan Gigih Rahmat Dewa. 


(Komunitas Bandara Soetta Gelar apel persiapan pengamanan arus mudik di Bandara Soetta, Rabu 6 Juni 2018, Medcom.id - Farhan Dwi)

"Kemungkinan sel-sel atau jaringan kelompok teroris di wilayah Indonesia pasti ada. Kami di Kepri juga ikut memantau kemungkinan sel-sel atau jaringan itu dengan mengerahkan personel intelijen kami. Seperti apa kondisi di lapangan, itu menjadi ranah kami. Belum dapat kami sampaikan," ujar Didid. 

Menghadapi Idul Fitri 1439H tahun ini, jajaran Polda Kepri juga memerintahkan jajarannya agar mewaspadai empat potensi kerawanan di wilayah. Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis. Potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme.


(RRN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

4 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA