Jemaah dan Agen ABU Tours Kecewa Sidang Ditunda

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 07 Nov 2018 14:32 WIB
penipuanibadah umrahAbu Tours Travel
Jemaah dan Agen ABU Tours Kecewa Sidang Ditunda
Jemaah dan agen ABU Tours menunggu sidang terdakwa Hamzah Mamba

Makassar: Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang perusahaan travel umrah ABU Tours kembali digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 7 November 2018. Namun sidang dengan terdakwa Direktur Utama ABU Tours Hamzah Mamba hanya digelar tak sampai lima menit.

Majelis Hakim yang diketuai Deny Lumban Tobing sedianya mengagendakan pemeriksaan keterangan dua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Namun saksi tersebut tidak memenuhi panggilan pada sidang yang digelar pukul 15.00 Wita. Sidang pun ditunda hingga pekan depan.

"Dengan demikian sidang saya nyatakan ditutup," kata hakim.

Hakim juga meminta kepada jaksa agar di agenda sidang selanjutnya menghadirkan minimal lima saksi. Hal itu mengingat, total saksi yang dimintai keterangan sebanyak 92 orang.

"Sekurang-kurangnya lima. Karena bagaimana bisa cepat selesai dengan banyaknya saksi," hakim melanjutkan. 

Penundaan sidang membuat sebagian hadirin kecewa. Sebab mereka yang merupakan agen dan jemaah ABU Tours telah menunggu lama. Mereka hadir untuk mengikuti perkembangan kasus.

Salah satu agen, Rosdiana mengatakan, dia datang  bersama sejumlah rekannya sejak pukul sebelas siang. Tapi penantian panjangnya hanya terbayar dengan sidang yang dibuka lantas ditutup kembali.

"Mau diapa lagi. Kami berharap segera ada kabar baik tentang nasib korban, dan hasil sidang segera diputuskan," kata dia.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menyelewengkan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi. Kerugian korban ditengarai total Rp1,2 triliun.

Selain Hamzah, istrinya bernama Nursyariah turut jadi terdakwa. Dua terdakwa lain adalah komisaris ABU Tours Chaeruddin dan mantan manajer keuangan bernama Muhammad Kasim.

PN Makassar secara terpisah menggelar sidang dengan terdakwa Nursyariah. Hingga berita dihimpun, sidang masih berlangsung.



(ALB)