Beberapa Korban Penyalahgunaan Obat di Kendari Diikat

Antara    •    Kamis, 14 Sep 2017 11:35 WIB
obat berbahaya
Beberapa Korban Penyalahgunaan Obat di Kendari Diikat
Ilustrasi obat terlarang, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Kendari: Lima rumah sakit menangani puluhan anak yang menjadi korban penyalahgunaan obat di Kendari, Sulawesi Tenggara. Tim medis terpaksa mengikat beberapa korban karena perilaku tak wajar.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendari mencatat 50 anak menjadi korban. Para korban melakukan hal tak wajar setelah mengonsumsi minuman yang diduga dicampur dengan obat tertentu.

Baca: Korban Penyalahgunaan Obat di Kendari Bertambah Jadi 50 Orang

"Kelakuannya seperti orang tak waras, mengamuk, berontak, ngomong tidak karuan. Itu terjadi setelah korban mengonsumsi obat yang mengandung zat berbahaya. Sehingga sebagian korban harus diikat," kata Kepala BNN Kendari, Murniati, Kamis 14 September 2017.

BNN Kendari mencatat lima rumah sakit menjadi rujukan untuk merawat korban, yaitu:
- Rumah Sakit Jiwa Kendari: 26 orang
- Rumah Sakit Umum Bahterams: 2 orang
- RSU Bhayangkara: 4 orang
- RSU Kota Kendari: 5 orang
- RSU Korem 143 Kendari: 1 orang
- Sisanya masih dalam pendataan

Murniati mengatakan, beberapa korban mengaku mendapat obat itu dari seseorang tak dikenal. Obat tersebut berbentuk cait dan tablet.

"Yang cair dicampur ke dalam minuman. Sampai saat ini kami belum bisa pastikan jenis obatnya," lanjut Murniati.

Informasi yang beredar menyebutkan polisi telah menangkap pelaku yang mengedarkan obat tersebut. Polisi menahan pelaku berinisial ST, 39, itu di Mapolsek Mandonga Kendari. Namun hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari kepolisian.



(RRN)