BMKG Deteksi 18 Titik Panas di Sumatra

Antara    •    Jumat, 19 May 2017 10:25 WIB
kebakaran hutan
BMKG Deteksi 18 Titik Panas di Sumatra
Ilustrasi--Seorang warga berlari menghindari kepulan asap di Pekanbaru, Riau, Rabu (11/1/2017)--Antara/Rony Muharrman.

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Sebanyak 18 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan terdeteksi. Belasan titik panas berada di lima provinsi di Pulau Sumatera.

"Ke-18 titik panas dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen terdeteksi di Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Jumat 19 Mei 2017.

Ia menjabarkan, ke-18 titik panas yang dideteksi melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua pada Jumat pagi. Titik panas menyebar di Jambi, sebanyak tujuh titik. Sementara, Riau dan Sumatera Selatan masing-masing empat titik. Selanjutnya di Provinsi Sumatera Barat terpantau dua titik panas, serta satu titik panas lainnya di Kepulauan Riau.

Baca: BMKG Mendeteksi 5 Titik Panas di Riau

Sebanyak empat titik panas terdeteksi di Provinsi Riau masing-masing menyebar di empat kabupaten yakni Bengkalis, Indragiri Hulu, Pelalawan dan Siak.

"Dari empat titik panas di Riau tidak ada yang terdeteksi sebagai titik api atau indikasi kuat adanya kebakaran dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen," jelasnya.

Keberadaan titik-titik panas di Riau dan Sumatera secara umum hari ini merupakan yang terbanyak dalam sepekan terakhir. BMKG sebelumnya menyatakan Provinsi Riau mulai memasuki musim kemarau pada pertengahan hingga akhir Mei 2017. Kemarau diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa bulan
mendatang.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau sendiri sebelumnya resmi memperpanjang status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan hingga November 2017 setelah berakhir pada 30 April lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger telah menginstruksi kepada jajaran Satuan tugas kebakaran hutan dan lahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau keberadaan titik-titik panas tersebut.

Hingga pagi ini petugas masih terus memetakan wilayah yang terpantau titik panas tersebut. Mayoritas dari petugas yang tergabung dalam satuan tugas siaga darurat Karhutla Riau menyatakan belum terpantau kebakaran di titik panas itu. Namun, proses pemetaan akan terus dilangsungkan.


(YDH)