Jumlah Penerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Pecahkan Rekor MURI

Damar Iradat    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:54 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Jumlah Penerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Pecahkan Rekor MURI
Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada tenaga kerja bukan penerima upah atau sektor informal di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat -- MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Makassar: Sebanyak 7.200 tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) atau sektor informal di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menerima kartu Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Jumlah penerima kartu BPJS itu memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pekerja sektor informal yang menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya nelayan, pedagang, tukang ojek, dan petani. Mereka menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan secara cuma-cuma selama tiga bulan pertama.

"Kepesertaan cuma-cuma dari dana CSR Bank Sulselbar ini diberikan untuk menstimulus pekerja agar mereka mampu melanjutkan kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri atas kesadaran sendiri," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Hotel Grand Clarion, Makassar, Selasa (18/10/2016).

Agus menjelaskan, para pekerja di sektor informal seharusnya menyadari arti penting perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam menjamin kehidupan yang sejahtera. Dengan menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, setiap risiko akibat kecelakaan kerja bakal ditanggung biaya penyembuhannya hingga 100 persen.

Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan tidak memiliki batas waktu dan batas maksimal biaya. Bahkan, BPJS Ketenagakerjaan menjamin mengganti upah pekerja 100 persen selama masa penyembuhan.

Jika kecelakaan kerja menyebabkan kematian, kata Agus, BPJS Ketenagakerjaan bakal memberi santunan kematian.  "Kalau dia punya anak di bawah 24 tahun, akan dikasih beasiswa anaknya," tuturnya.

Agus berharap, perusahaan mapun instansi lain dapat mengikuti jejak Bank Sulselbar dalam memfasilitasi pekerja rentan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, tidak semua pekerja informal mampu membayar iuran atau menjadikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai prioritas.

"Saya sungguh mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bank-bank lain menyusul untuk berkontribusi," tegasnya.

Kartu BPJS Ketenagakerjaan diserahkan secara simbolis oleh Agus dengan disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Direktur Utama Bank Sulselbar H. A. Muhammad Rahmat.


(NIN)