Jelang Natal dan Tahun Baru 2019

Stok dan Harga Pangan di Maluku Aman

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 13 Dec 2018 06:19 WIB
berita kementan
Stok dan Harga Pangan di Maluku Aman
Kepala Bidang Akses Pangan, Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Kementan Hasanudin Rumra (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Ambon: Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) menggelar Rapat Koordinasi memantau stok pangan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2019 di Ambon, Maluku. Rapat dihadiri para stakeholder.

Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Abdul Halim Datis mengatakan, kondisi stok pangan di Maluku aman dalam beberapa bulan ke depan.

"Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, kita masih punya stok pangan yang cukup," kata Abdul, Rabu, 12 Desember 2018.

Meski begitu, Abdul mengakui harga beberapa komoditas pangan di sejumlah daerah terpantau tinggi. Hal itu disebabkan kendala distribusi.

Cukupnya pasokan pangan dan harga yang relatif stabil di Maluku menuai apresiasi Kepala Bidang Akses Pangan, Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP Kementan Hasanudin Rumra. Satuan kerja di Maluku dinilai telah melakukan tugasnya dengan baik.

"Peran instasi sangat penting agar masyarakat bisa memeroleh pangan dengan mudah dan harga terjangkau," kata Hasanudin.

Hasanudin menegaskan kondisi pasokan pangan Maluku dan nasional dalam kondisi aman. Namun, untuk komoditas daging sapi dan bawang putih belum memenuhi kebutuhan nasional. "Bawang putih kita memang harus impor," ujarnya.

Sementara itu, klaim ketersediaan pangan mencukupi diperkuat oleh Kepala Bulog perwakilan Maluku Arif Mando. Khusus beras, dia menyebutkan jumlah stok mencapai 13 ribu ton. "Dan ini ada 4 ribu ton lagi dalam perjalanan ke Ambon. Jadi untuk memperkuat stok," kata Arif.

Jumlah stok beras tersebut aman hingga empat atau enam bulan ke depan. Khusus menjelang Natal 2018 dan tahun baru 2019, pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku terus melakukan operasi pasar demi mengendalikan harga.

"Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau," ujarnya.

Selain beras, tersedia stok gula pasir sebanyak 4.800 ton, minyak goreng 110 ribu liter, dan terigu 7.500 kilogram.

"Masalah cabai mudah-mudahan bisa teratasi, begitu juga telur. Info dari Disperindag akan ada suplai beberapa kontainer untuk memenuhi kebutuhan stok," ujar dia.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Jefta Jamlean mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan stok, khususnya mendekati perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019. Mereka memantau stok pada tingkat distributor. "Stok dari sisi distributor biasanya setiap minggu kami pantau, dan terakhir kemarin," kata Jefta.


(Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

Berikut ini, data pasokan beberapa komoditas pangan dari Disperindag Provinsi Maluku.

1. Beras
- Stok: 1468 ton.
- Ketahanan: 46 hari.
- Stok tambahan/pengiriman: 769 ton

2. Minyak Goreng
- Stok: 285.480 liter.
- Ketahanan: 54 hari.
- Stok tambahan/pengiriman: 81 ribu liter.

3. Tepung Terigu
- Stok: 1.215 ton.
- Ketahanan: 69 hari.
- Stok tambahan: 152 ton.

4. Telur
- Stok: 1 juta butir.
- Ketahanan: 13 hari.

5. Gula Pasir
- Stok: 316 ton.
- Ketahanan: 48 hari.
- Stok tambahan/pengiriman: 125 ton.

Jika dilihat dari data di atas, Jefta meyakini stok bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya di Maluku, aman. Kondisi ini diyakini akan berlangsung hingga awal 2019.

Setelah menggelar Rakor, tim BKP Kementan  bersama stakeholder mengunjungi gudang Bulog perwakilan Maluku di Gudang Halong, Kecamatan Baguala, Ambon. Di sana, tim BKP Kementan melihat dan mendapat penjelasan perihal pasokan pangan yang dikelola Bulog.

Selain itu, tim BKP Kementan juga berkunjung ke gudang distributor di Kota Ambon. Mereka memantau langsung keberadaan stok pangan di gudang tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi.


(ROS)