Basuh Kaki Orangtua, Tahanan Anak Pecahkan Rekor Muri

Hendrik Simorangkir    •    Selasa, 17 Apr 2018 16:08 WIB
rekor murirutan
Basuh Kaki Orangtua, Tahanan Anak Pecahkan Rekor Muri
Ritual membasuh kaki orangtua tahanan anak di LPKA Kelas 1A Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) seluruh Indonesia memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk ritual membasuh kaki orangtua secara serentak dalam kegiatan 'Family and Society Gathering'. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54.

Kegiatan bertema 'Tetap Ceria Meraih Asa' yang dipusatkan di LPKA Kelas 1A Tangerang itu bertujuan menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, dan hormat kepada orangtua, serta tetap ceria dalam meraih masa depan. Keharuan pun terpancar saat seluruh anak mulai membasuh kaki kedua orangtua mereka seraya bersimpuh dan memohon maaf atas khilaf yang telah lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mardjoeki mengatakan, keterlibatan keluarga dan peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam proses pendidikan dan pembinaan anak.

"Diharapkan kegiatan ini dapat mengembalikan semangat dan keceriaan Anak dalam meraih masa depan," ujar Mardjoeki di LPKA Kelas 1A Tangerang, Selasa 17 April 2018.

Family and Society Gathering merupakan sarana untuk membangun kemampuan dan kepercayaan diri tahanan anak untuk dapat berinteraksi kembali secara optimal. Terutama dalam lingkungan masyarakat demi meraih cita-cita. Kegiatan ini bentuk implementasi peningkatan peran serta dan kontribusi masyarakat dalam melaksanakan dan mengembangkan program pembinaan bagi anak.

"Semoga dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan dan rasa cinta kasih terhadap sesama, serta mewujudkan sistem perlakuan kreatif yang menumbuhkan rasa aman, nyaman, ceria, ramah, dan layak Anak," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

Selain pemecahan rekor MURI, LPKA seluruh Indonesia juga mengadakan kegiatan melukis bersama dalam kanvas besar yang diawali dengan coretan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Berdasarkan data SMS gateway Direktorat Jenderal Pemasyarakatan per tanggal 16 April 2018, jumlah anak pidana di seluruh LPKA sebanyak 2.725 dan jumlah tahanan anak sebanyak 1.001 dengan rincian tahanan anak laki-laki 977 orang, tahanan anak perempuan 25 orang.

Pidana anak laki-laki 2,659 orang, dan  pidana anak perempuan 66 orang. Adapun jumlah klien anak sebanyak 1.621.

Dalam rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-54 itu, di antaranya pameran produk unggulan narapidana, penggeledahan Lapas/Rutan secara serentak, bakti sosial, serta upacara Hari Bakti Pemasyarakatan.


(SUR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA