Polisi Ditembak saat Kawal Logistik Pemilu Ulang di Puncak Jaya

Antara    •    Jumat, 16 Jun 2017 10:51 WIB
penembakan
Polisi Ditembak saat Kawal Logistik Pemilu Ulang di Puncak Jaya
Ilustrasi penembakan, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jayapura: Rombongan polisi ditembak saat mengawal logistik untuk pemungutan suara ulang (PSU) di Distrik Yamoneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Namun, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli membenarkan terjadi penembakan pada Kamis 15 Juni 2017. Penembakan terjadi saat rombongan pembawa logistik dikawal 20 polisi.

"Mereka berjalan kaki melintasi jalan setapak menuju distrik," kata Kapolda, Jumat 16 Juni 2017.

Peristiwa itu mengakibatkan pelaksanaan PSU di Distrik Yamoneri tertunda. Namun situasi di distrik tersebut tetap aman dan kondusif.

Kapolda mengatakan penanganan PSU masih menunggu hasil pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Bawasklu Papua dan pasangan calon. 

"Hasil pertemuan akan diumumkan hari ini," lanjut Kapolda.

PSU digelar di enam distrik di Kabupaten Puncak Jaya. Sebanyak 31.240 warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) menggunakan hak suara mereka di 72 tempat pemungutan suara (TPS).

Warga menentukan pilihan di antara tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Papua Jaya. Yaitu Yustus Wonda-Kirenius Telenggen, Hanock Ibo-Rinus, dan Yuni Wonda-Deinas Geley.

April 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan KPU Papua menggelar pemungutan suara ulang Kabupaten Puncak Jaya di enam distrik itu. MK menilai penetapan rekapitulasi suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya cacat hukum karena tak melibatkan enam distrik tersebut.



(RRN)