Polda Tahan Empat Penganiaya Guru di Kalbar

Agung Widura    •    Kamis, 14 Sep 2017 19:05 WIB
penganiayaan
Polda Tahan Empat Penganiaya Guru di Kalbar
Keluarga mengurusi dokumen untuk autopsi kematian guru yang menjadi korban pengeroyokan di Pontianak, MTVN - Agung

Metrotvnews.com, Pontianak: Polda Kalimantan Barat menahan empat pelaku penganiayaan yang menewaskan Adrianus Amit, 47, guru yang bertugas di Kabupaten Mempawah. Keempat tersangka mengaku memukul korban hingga tak sadarkan diri.

Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Asep Safrudin mengungkapkan keempat tersangka berinisial SH, DS, MS, dan RD. Mereka merupakan pemilik dari rental mobil.

Baca: Guru Korban Pengeroyokan Meninggal di Rumah Sakit

"Mereka warga Pontianak," kata Asep di Pontianak, Kamis 14 September 2017.

Asep mengatakan pelaku mengaku kekerasan itu berkaitan dengan urusan bisnis. Mereka bermaksud mengambil mobil yang disewa korban.

Menurut Asep, para pelaku mendatangi rumah korban di Pontianak pada 2 September 2017. Mereka mengaku memukuli dan menculik korban.

Korban babak belur. Kemudian pelaku membawa korban ke Rumah Sakit Swasta Antonius.

Keluarga korban melapor ke polisi terkait kejadian tersebut. Polisi lalu memburu pelaku. Penangkapan dilakukan pada 12 September 2017 di Pontianak.

"Untuk motifnya, hingga terjadi kekerasan dan penculikan, itu sedang kami dalami," lanjut Asep.

Adrianus meninggal di Rumah Sakit Antonius pada Rabu pagi 13 September 2017. Keluarga membawa ke RSUD Soedarso Pontianak untuk autopsi. Keluarga pun membawa jenazah ke Salatiga, Jawa Tengah, untuk dikebumikan.

Menurut Endah Widianti, istri korban, beberapa luka ditemukan pada tubuh suaminya. "Luka yang tampak oleh mata saya itu dari benda tumpul di bagian kepala sebelah kiri, kemudian luka memar di bagian dagu kiri," ujar Endah.


(RRN)