Wakil Ketua PWI Sulsel Dikeroyok hingga Pingsan

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 18 Apr 2017 18:43 WIB
kekerasan
Wakil Ketua PWI Sulsel Dikeroyok hingga Pingsan
Ilustrasi kekerasan, Ant

Metrotvnews.com, Makassar: Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Salim Djati Mamma mengaku dikeroyok oknum anggota TNI Angkatan Laut di jalan Satando Makassar, Sulsel, Selasa siang 18 April 2017. Akibat kejadian itu, dia mengalami sejumlah luka lecet di bagian dahi.

Usai kejadian, Salim dilarikan ke Rumah Sakit Akademis Jaury Makassar. Selain menderita luka, pakaian yang dikenakan juga robek. Dia pun mengaku sempat pingsan akibat.

Ditemui usai menjalani perawatan, Salim menceritakan bahwa peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu dia bersama beberapa rekannya nongkrong di salah satu warung kopi. Disebutkan, tiba-tiba datang puluhan anggota Polisi Militer (POM) AL. 

Anggota POM AL yang berseragam, kata Salim, meminta para pengunjung warkop memindahkan kendaraan dari bahu jalan. Kebetulan saat kejadian sejumlah mobil diparkir di depan warkop, yang jadi salah satu akses masuk ke jalan tol.

"Waktu saya keluar, saya lihat ban mobilku mau digembosi. Saya bilang jangan, karena sudah mau pindahkan. Tapi oknum itu tiba-tiba marah-marah dan akhirnya memukul," kata Salim.

Salim mengungkapkan, selain dia, seorang pengunjung lain warkop bernama H Said juga terkena pukulan. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Siloam. Namun nama terakhir menolak ditemui.

"Jumlah yang keroyok puluhan. Saya akan laporkan ini secara hukum. Pokoknya langsung ke Mabes AL," ujarnya.

Terpisah, lewat pernyataannya di depan wartawan, Komandan Pangkalaman Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Laksamana Pertama (Laksma) Yusup, membantah adanya pemukulan terhadap Salim.

"Belum dapat laporan soal itu. Kalau ada pemukulan itu mesti dibuktikan lewat visum. Tidak ada anggota berseragam yang memukul. Kalau pun terbukti, akan diberikan saksi," kata Yusup.

Lebih lanjut, Yusup mengakui bahwa pada hari yang sama dilakukan penindakan sejumlah kendaraan di sekitar jalan Satando. Daerah tersebut disebut sebagai tempat larangan parkir. Selain masuk kawasan militer, parkir di bahu jalan juga mengambat akses masuk ke jalan tol.

"Petugas kami sudah mengingatkan agar dia memindahkan kendaraan. Tapi dia orang sipil, malah menakut-nakuti petugas. Mengaku kapten, ngaku wartawan, ngaku keluarga jenderal. Kami sudah ajak baik-baik dia ke sini, tapi malah nuding," ujar Yusup.

Mengenai upaya penggembosan ban mobil, Yusup membenarkan itu sebagai instruksi langsung darinya. "Kalau ada yang tidak mau pindahkan, bannya dikemperkan," kata Yusup.


(RRN)