Jaksa Kasus ABU Tours Dituding Kurang Persiapan

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 07 Nov 2018 17:42 WIB
penipuanibadah umrahAbu Tours Travel
Jaksa Kasus ABU Tours Dituding Kurang Persiapan
Bos ABU Tours Hamzah Mamba menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Makassar

Makassar: Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang perusahaan travel umrah ABU Tours terus bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Namun pihak terdakwa Hamzah Mamba, direktur utama perusahaan, mempertanyakan perihal kesiapan jaksa menangani kasus tersebut.

Pada Rabu 7 November siang tadi, sidang sedianya digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi dari jaksa penuntut umum. Namun sidang hanya berjalan sekitar lima menit, karena dua saksi yang diundang tidak memenuhi panggilan. Sidang pun ditunda hingga pekan depan.

Salah satu penasihat hukum Hamzah, Hendro Saryanto mengatakan, bukan sekali ini sidang tak sesuai agenda. Pada Rabu pekan lalu, jaksa disebut hendak menghadirkan lima saksi. Namun akhirnya yang datang cuma satu orang.

"Dari saksi yang diajukan, kelihatan sekali JPU kurang persiapan. Hari ini tidak ada yang hadir, jadi kelihatan (saksi) dipaksakan," kata Hendro.

Hendro mengungkapkan, persidangan kasus Hamzah Mamba rencananya menghadirkan total 89 saksi, ditambah tiga ahli. Sejauh ini saksi yang dihadirkan baru sepuluh orang. Persidangan diperkirakan berjalan dalam waktu lama.

"Belum lagi bagi terdakwa lain. Ada sekitar 24 saksi untuk masing-masing terdakwa," kata Hendro.

Salah seorang JPU, Bayu mengatakan pihaknya telah mempersiapkan dakwaan beserta para saksi. Namun di hari sidang, mereka yang diundang untuk memberi keterangan berhalangan hadir.

"Kami sudah berusaha menghadirkan saksi tapi hari ini tidak hadir. Berikutnya kami akan tetap berusaha," katanya sebelum sidang ditutup ketua majelis hakim Deny Lumban Tobing.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menyelewengkan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi. Kerugian korban ditengarai total Rp1,2 triliun.

Selain Hamzah, istrinya bernama Nursyariah turut jadi terdakwa. Dua terdakwa lain adalah komisaris ABU Tours Chaeruddin dan mantan manajer keuangan bernama Muhammad Kasim.

Hendro menjelaskan bahwa ABU Tours tidak menggelapkan uang jemaah seperti yang didakwakan di pengadilan. Perusahaan hanya mengalami kesulitan finansial yang membuat pemberangkatan jemaah terhambat. ABU Tours disebut telah menerbitkan maklumat kepada jemaahnya.


(ALB)