Penurunan Aktivitas Gunung Agung Perlu Diwaspadai

Raiza Andini    •    Sabtu, 21 Oct 2017 13:17 WIB
gunung berapierupsi gunungerupsi gunung agung
Penurunan Aktivitas Gunung Agung Perlu Diwaspadai
Gunung Agung masih dalam status awas. Foto: MTVN/Raiza Andini

Metrotvnews.com, Karangasem: Gunung Agung tercatat mengalami penurunan kegempaan vulkanik dan tektonik dalam beberapa hari terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyebut penurunan kegempaan secara drastis tersebut perlu diwaspadai.

Kepala Subbidang Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menyebut penurunan tiba-tiba tingkat kegempaan merupakan salah satu dari enam indikasi erupsi.

"Menurun drastis dari 700-an hingga 300-an, walaupun masih tinggi tapi itu turun drastis. kita tidak bisa itu bagus, justru itu harus diwaspadai," ungkap Devy ketika berbincang dengan Metrotvnews.com di Pos Pantai Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu 21 Oktober 2017.

PVMBG justru berharap kegempaan vulkanik dan tektoniknya menurun secara bertahap, tidak secara drastis. Karena itu PVMBG belum dapat menurunkan status Gunung Agung dari Awas menjadi Waspada. Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Agung mengalami penurunan dari kegempaan di atas 1.000 kali setiap hari ini menjadi sekira 300 kali kegempaan.

"Kalau seismik (gempa) tiba-tiba drop atau hilang, berarti dia sedang menunggu waktu terbaik untuk meletus, kita harus waspada jika tiba-tiba seismik hilang," tambahnya.

Devy menambahkan dari kontur Gunung Agung, mengalami perubahan bentuk (deformasi). Sejak Februari lalu, Gunung Agung sempat terjadi peningkatan (inflasi) di reservoir atau tempat berkumpulnya magmadalan perut gunung.

"Dia naik, seluruh GPS kita, menunjukkan dia mengembang, saat krisis ini dia deflasi yang berada di dalam tapi inflasi di reservoir dalam, dan bergerak ke atas sedalam lima kilometer," ujarnya.


(SUR)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA