Hanya 20 Persen Lulusan SD Ditampung SMP Negeri di Tangsel

Farhan Dwitama    •    Rabu, 11 Jul 2018 11:40 WIB
Pendidikan Menengah
Hanya 20 Persen Lulusan SD Ditampung SMP Negeri di Tangsel
Sekolah Global Islamic School II Serpong, Rabu 11 Juli 2018, Medcom.id - Farhan Dwi

Tangerang: Pada 2018, sebanyak 24 ribu siswa lulus dari SD di Kota Tangerang Selatan, Banten. Namun, kuota penerimaan siswa di SMP negeri di Tangsel hanya 6.500 orang atau 20 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Taryono mengatakan sebanyak 12 ribu siswa lulusan SD mendaftar ke 160 sekolah swasta. Sementara kabar lebih 5.500 siswa masih belum jelas.

"Lantaran itu, kami berkoordinasi dan berkomunikasi dengan sekolah-sekolah swasta untuk memperpanjang masa pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Sebab, biasanya, sekolah swasta favorit itu membuka pendaftaran sebelum PPDB sekolah negeri," ujar Taryono di Tangsel, Rabu, 11 Juli 2018.

Taryono berharap masa pendaftaran di SMP negeri dapat menampung seluruh lulusan SD. Sehingga mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.


(Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Taryono, Medcom.id - Farhan Dwi)

Di lain tempat, Direktur Perguruan Global Islamic School II Serpong, Lia Armaliani mengatakan masih membuka pendaftaran siswa hingga akhir Juli 2018. Sekolah menyediakan satu kelas untuk menampung siswa baru.

“Sebenarnya kami sudah cukup untuk tahun ini, karena melihat ada persoalan dan daya tampung sekolah negeri yang terbatas, kami membuka kembali pendaftaran hanya untuk 24 siswa,” ucap Lia. 

Menurutnya, Global Islamic School II sudah menerima siswa baru sebanyak 3 kelas. Namun kapasitas ruang di sekolah itu cukup untuk menampung hingga 6 kelas untuk tingkat SMP dan SMA.

“Karena bicara pendidikan kami juga harus berikan kesempatan kepada lingkungan. Kami memahami sekolah negeri belum mencukupi. Maka kami masih menerima satu kelas maksimal 24 siswa, walau daya tampung kelas kami bisa lebih, tapi harus disesuaikan dengan beban kerja guru-guru kami, karena mencari guru baru itu tidak mudah, butuh waktu. Maka yang siap kami buka sampai satu kelas,” katanya. 

Dirinya menjamin sekolah swasta GIS tak kalah dengan sekolah swasta lain di Tangsel. Sebab GIS mengantongi akreditasi sekolah yang memperoleh predikat A. 

“Dengan adanya akreditasi, menyamakan kulitas sekolah swasta dan negeri. Kalau dari sisi fasilitas justru kami unggul, sarana olahraga kami lebgkap untuk semua cabang olahraga, termasuk panahan, renang, kami ada fasilitas GOR untuk itu,” bilangnya. 

Hal senada juga disampaikan Dessy, Kepala Bidang Konseling dan Kesiswaan Sekolah SMA Pembangunan Jaya Bintaro. Sekolahnya menyediakan kuota 120 siswa baru. Namun, baru 112 siswa yang mendaftar.

“Kami juga masih buka sampai 14 Juli, karena berdasarkan kuota masih tersedia dan bisa menampung siswa,” katanya.


(RRN)