Di Usia 21 Tahun, Jembatan Cinta di Bali Menelan Korban

Laela Badriyah    •    Senin, 17 Oct 2016 10:49 WIB
jembatan runtuh
Di Usia 21 Tahun, Jembatan Cinta di Bali Menelan Korban
Jembatan Kuning (sebelum ambruk) membentang dari Nusa Lembongan menuju Nusa Ceningan, dok Reuters

Metrotvnews.com, Denpasar: Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta. Demikian warga menyebutkan nama lain yang menghubungkan dua pulau di Kabupaten Klungkung, Bali. Pada Minggu 16 Oktober, jembatan tersebut ambruk dan menelan korban.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum Klungkung, jembatan tersebut dibangun pada 1995. Jembatan membentang dari Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan sepanjang 140 meter.

Lebar jembatan kurang lebih 120 cm. Jembatan hanya dapat dilintasi manusia. Namun seringkali sepeda motor melintas.

Infrastruktur itu disebut sebagai Jembatan Cinta. Hampir saban hari, pasangan muda-mudi berwisata ke jembatan. Mereka berfoto dengan pemandangan hutan dan laut yang menjadi latar belakang.


(Gambar dari udara Pulau Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan)

Warga juga menyebut nama infrastruktur itu sebagai Jembatan Kuning. Sebab, warna kuning mendominasi. 

Infrastruktur berbentuk jembatan gantung dengan menggunakan bahan papan dan kayu. Pemerintah kabupaten menilai kondisi jembatan kritis sehingga berisiko untuk dilintasi.

"Sebenarnya tiga hari sebelum kejadian, pemerintah setempat sudah melakukan inspeksi dan menyatakan kondisi jembatan kritis untuk dilewati. Rambu larangan sudah dipasang," kata Sutopo dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (17/10/2016).

Namun warga tetap memanfaatkan jembatan tersebut untuk menyeberang. Sebab tak ada jembatan maupun jalur alternatif yang menghubungkan kedua pulau.

Lalu pada 16 Oktober, warga memadati Jembatan Kuning saat menyaksikan rangkaian upacara agama Nyepi Segara. Di saat itu, warga menghentikan aktivitas di laut. Mereka tak melaut atau mencari ikan.


(Jembatan ambruk di Klungkung, Bali, sumber foto BNPB)

Perahu disandarkan. Bahkan kegiatan penyeberangan pun dihentikan sementara waktu.

Warga lebih banyak beraktivitas di darat. Jumlah warga yang lalu-lalang di jembatan tersebut pun ramai. Mereka sedianya hendak menyaksikan upacara Nyepi Segara di Pura Bakung.

Namun, jembatan tak mampu menahan beban. Jembatan ambruk. Puluhan warga dan belasan sepeda motor 'kecebur' ke laut.

Hingga berita ini dimuat, delapan orang tewas dalam kejadian tersebut. Puluhan lainnya mengalami luka dan menjalani perawatan di puskesmas.



(RRN)

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

Warga Jatinegara Beri Sumbangan Dana Kampanye untuk Agus

14 hours Ago

Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Yudhoyono mendapatkan sumbangan dari warga saat berkampanye di …

BERITA LAINNYA