Anak-anak Panti Bali Assalam hanya Dapat Berobat Gratis di Puskesmas

Raiza Andini    •    Kamis, 20 Apr 2017 19:42 WIB
sosial
Anak-anak Panti Bali Assalam hanya Dapat Berobat Gratis di Puskesmas
Anak-anak penghuni Yayasan Assalam Bali, MTVN - Raiza Andini

Metrotvnews.com, Denpasar: Yayasan Bali Assalam tidak seperti panti asuhan lainnya yang berada di Pulau Dewata Bali. Yayasan ini cukup kecil hanya mampu menampung belasan anak yatim piatu dan dibangun di atas tanah yang masih mengontrak.

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, Kamis 20 April 2017, Yayasan Bali Assalam hanya memiliki satu aula tempat anak-anak belajar mengaji dan shalat. Dua unit kamar mandi umum dan ruang tempat anak-anak tidur kurang memadai.

Kepala panti asuhan yatim piatu Bali Assalam Timbang Edi Prabowo menjelaskan yayasan tersebut dibangun pada tahun 2008 dengan jumlah sekira 50-an anak. Anak-anak panti asuhan ini diasuh sejak mereka masih merah yang ditinggalkan orangtuanya. 

Tak sedikit dari mereka yang sengaja ditelantarkan orangtuanya dan dititipkan ke yayasan tersebut. Anak-anak di Bali Assalam mendapatkan bantuan dari para donatur bahkan dari pihak pemerintahan pusat.

Timbang menjelaskan, pemerintah hanya memfasilitasi pembiayaan kesehatan secara gratis saat berobat ke Puskesmas. Namun, dari segi media tempat anak-anak bermukim masih dari sumbangan para donatur tidak dari pemerintah provinsi Bali.


(Salah satu kamar di Yayasan Assalam Bali, MTVN - Raiza Andini)

"Kalau BPJS memang kita tidak ada, tapi pemerintah ngasih biaya gratis saat anak-anak berobat ke Puskesmas," terang Timbang ketika berbincang kepada Metrotvnews.com, Kamis, 20 April 2017.

Dia menerangkan pada tahun 2012, Timbang sempat mendaftarkan panti asuhan yang dibinanya kepada Dinas Sosial Provinsi Bali, namun persyaratannya belum bisa terpenuhi karena panti asuhan Bali Assalam dibangun di atas tanah kontrakan.

"Dulu saya sempat mendagtarkan tapi kendalanya ini masih ngontrak jadi tidak bisa diproses," tambahnya.

Meski tidak masuk dalam daftar panti asuhan Dinas Sosial. Timbang berusahan merawat anak-anak binaannya dari sumbangan para donatur. Akan tetapi, pihak kementerian sosial pusat sempat meninjau lokasi yayasan miliknya dan membeirkan bantuan berupa uang senilai Rp.10juta kepada para guru yang mengajar itupun hanya satu kali saja.

"Ada dari kementerian sosial pusat dan departemen agama ke sini, hanya memberi donasi kepada para gurunya," tambahnya.

Meski demikian, dia berharap pemerintah bisa melegalkan yayasan Bali Assalam sehingga bantuan pemerintah dapat mengalir ke panti asuhan miliknya.

"Harapan kami pemerintah bisa memperhatikan kami, meski belum terdaftar oleh dinas sosial," tutupnya.


(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

15 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA