Abu Tours Terbangkan Jemaah, Penyidikan Jalan Terus

Andi Aan Pranata    •    Rabu, 14 Mar 2018 15:02 WIB
penipuanibadah umrah
Abu Tours Terbangkan Jemaah, Penyidikan Jalan Terus
kantor Abu Tours di Makssar

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tetap mengusut kasus dugaan penipuan dan pencucian uang oleh perusahaan travel umrah Abu Tours. Penyidikan tetap berlanjut, meski perusahaan itu mulai memberangkatkan jemaah dengan opsi tambahan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, penyidik telah memeriksa 21 saksi dalam kasus Abu Tours. Termasuk CEO perusahaan Muhammad Hamzah Mamba dan sang istri.

“Materi pemeriksaan meliputi bagaimana pengelolaan keuangan travel umrah perusahaan Abu Tours,” kata Dicky di Makassar, Rabu, 14 Maret 2018.

Dicky mengatakan, pemberangkatan jemaah oleh Abu Tours tak mempengaruhi jalannya penyidikan. Sebab polisi menindaklanjuti laporan dari jemaah umrah yang merasa dirugikan. Ribuan orang masih belum jelas nasibnya, meski telah melunasi ongkos biaya umrah sejak tahun lalu.

“Penyidik masih mendalami kasus ini. Juga mencocokkan keterangan para saksi. Kita belum gelar perkara,” ujar Dicky.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan Abu Tours merencanakan pemberangkatan sekitar 3.200 peserta umrah. Mereka yang masuk daftar tunggu merupakan jemaah yang menambah ongkos, sesuai maklumat yang dikeluarkan perusahaan beberapa waktu lalu.

“Setiap pekan kita usahakan ada satu hingga dua kali penerbangan. Yang terdaftar sekarang dan siap diberangkatkan bertahap, ada sepuluh kloter,” kata Firdaus saat menggelar konferensi pers di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Maret 2018.

Firdaus mengatakan, mereka yang masuk daftar tunggu adalah jemaah yang memilih opsi ketiga dalam maklumat Abu Tours. Disebutkan, jemaah yang telah mendaftar dan tidak mengajak jemaah baru, wajib membayar tambahan ongkos Rp15 juta. 

Sedangkan dua opsi dalam maklumat tersebut, jemaah diminta merekrut jemaah baru agar mendapat keringanan dalam ongkos tambahan, yakni antara Rp6 juta hingga Rp10 juta.

“Yang belum membayar tambahan ongkos, akan tetap diberangkatkan. Tapi mohon bersabar menunggu waktunya,” ujar Firdaus.



(ALB)