Harga Bahan Pokok di e-Warong Lebih Murah

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 23 Sep 2016 19:56 WIB
mensos
Harga Bahan Pokok di e-Warong Lebih Murah
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran e-Warong - MTVN/Riyan Ferdianto

Metrotvnews.com Kediri: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meluncurkan warung elektronik (e-Warong) Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH) Koperasi Masyarakat Indonesia (KMIS) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jumat (23/9/2016)

Program e-Warong ini merupakan program Kementerian Sosial menggandeng BNI dan Pemkot Kediri. e-Warong merupakan transaksi masyarakat untuk membeli barang barang kebutuhan pokok dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Peluncuran e-Warong yang diprioritaskan untuk Program Keluarga Harapan itu digelar di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Dengan ditandai penyerahan bantuan rehab rumah layak huni dengan anggaran @Rp 10 juta dan modal usaha sebesar Rp 20 juta.


Foto MTVN/Riyan

Nurul, 45, salah satu warga jalan Bajaran, Kota Kediri berharap program e-Warong ini bisa membantu meringankan beban ekonomi kelurganya.

"Saya sangat senang, saya yakin bisa mengurangi beban kelurga," ujar Nurul selesai peresmian e-Warong di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (23/9/2016)

Nurul juga membandingkan harga bahan pokok yang dijual di warung khusus e-Warong lebih murah dibandingkan harga di pasar atau di warung biasa. "Jauh lebih murah harganya, kalau pakai e-Warong," ucapnya. (Baca: Mensos Luncurkan e-Warong ke-19 di Kabupaten Kediri)

Toko atau warung yang disubsidi oleh pemerintah melalu kartu e-Warong saat ini hanya menjual bahan-bahan keperluan keluarga seperti, Telur, minyak sayur, gula, beras dan tepung. 

" Hanya lima macam yang dijual di warung e-Warong saya berharap kedepannya tidak hanya itu," ujar Dewi,47, yang juga warga Jalan Banjar, Kediri, Jawa Timur. 

di kesempatan yang sama Mensos menyebut dengan e-Warong penyaluran bantuan sosial masyarakat bisa diterima dengan tepat, mudah dan cepat. Dengan begitu tidak ada lagi penerimaan bansos telat. 

"Dengan e-Warong masyarakat bisa menerima bansos dengan tepat, cepat, dan mudah. Termasuk raskin, jika biasanya masyarakat menemukan beras berjamur dan berkutu, lewat e-Warong ini mereka bisa pilih beras kelas medium dan lebih baik," ujar Mensos.

Khofifah menyebut, pemerintah akan mengintegrasikan berbagai bantuan sosial melalui e-Warong, hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat jumlah. Adapun e-Warong adalah koperasi yang anggotanya seluruh penerima raskin atau rastra.

"Karena tiap bulan mereka akan menerima transfer untuk rastra yang itu sekarang dalam bentuk bantuan pangan, bukan subsidi pangan," ucap dia.

Kabupaten Kediri, saat ini baru berdiri satu e-Warong. sementara kebutuhan total minimal sebanyak 13 unit. Untuk itu, Khofifah berharap, Pemkab Kediri segera menyiapkan pengembangan e-Warong yang masih kurang 12 unit lagi.

Sementara untuk seluruh Indonesia ia menetapkan target Program Keluarga Harapan (PKH) nontunai mencapai 665.000 hingga Desember mendatang. Sedangkan untuk e-Warong targetnya di tahun depan bisa menambah jadi 3.000 e-Warong.


(ALB)

Video /