Kepala Sekolah MA di Mamuju Mengembalikan Dana Hasil Pungli

Antara    •    Jumat, 16 Jun 2017 11:04 WIB
pungli
Kepala Sekolah MA di Mamuju Mengembalikan Dana Hasil Pungli
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Mamuju: Kepala Madrasah Aliyah Nurul Jadid Pasangkayu di Kabupaten Mamuju Utara mengembalikan dana pungutan liar yang dipungut dari orang tua siswa saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2017. Pungli dikumpulkan melalui komite sekolah senilai Rp1.100.000 per siswa.

"Setelah melakukan proses klarifikasi dan pemeriksaan terhadap beberapa pihak terkait, Ombudsman RI Sulbar menemukan bukti menguatkan jika Madrasah Aliyah Nurul Jadid Pasangkayu melakukan pungli pada proses UN 2017," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar Lukman Umar di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat 16 Juni 2017.

Lukman menjelaskan, Kepala Sekolah MA Nurul Jadid melakukan pungutan dengan dalih partisipasi orang tua siswa melalui komite sekolah untuk tambahan operasional pelaksaan ujian nasional. Namun, dalam prakteknya partisipasi tersebut berujung pungli lantaran jumlah dan waktunya ditetapkan berdasarkan kehedak sekolah.

"Peraturan Menteri Pendidikan sangat jelas, melarang pihak sekolah melakukan pungutan. Ini yang mendasari kami mendesak pihak sekolah melakukan pengembalian," kata Lukman.

Semua sekolah di Sulbar diharapkan dapat mengambil hikmah dari kejadian MA Nurul Jadid. Sehingga, kejadian serupa dapat dicegah dan tidak berdampak pada proses hukum.

"Untuk tahap pertama, pihak MA Nurul Jadid telah mengembalikan dana pungli kepada 39 orang tua siswa dengan total dana senilai Rp4.800.000. Proses pengembalian dilakukan di sekolah dengan disaksikan semua orang tua siswa dan Kemenag Mamuju Utara," kata Lukman.

Menurut Lukman, semua dokumentasi serta bukti-bukti pengembalian telah disampaikan ke Kantor Ombudsman RI Sulbar. Termasuk surat pernyataan bahwa sekolah tidak akan mempersulit siswa dalam pengambilan ijazah dan pengurusan administrasi yang diperlukan.


(NIN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

2 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA