Ayah Bersama Empat Anaknya Tewas Terseret Ombak Marapokot

Palce Amalo    •    Minggu, 16 Jul 2017 12:28 WIB
tenggelam
Ayah Bersama Empat Anaknya Tewas Terseret Ombak Marapokot
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rizal)

Metrotvnews.com, Kupang: Satu keluarga terdiri dari ayah dan empat anaknya asal Boawae, Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur tewas terseret arus saat mandi di pantai Marokot.

Lima orang yang tewas itu ialah Jalaludin, 42, Asma, 36, Fendi, 33, Intan, 16, dan Ain, 16.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Komisaris Besar Jules Abraham Abast di Kupang, Minggu 16 Juli 2017, mengatakan, keluarga itu datang bersamaan ke pantai itu. Di sana, Intan dan Ain turun ke laut untuk berenang.

"Saat berenang keduanya terbawa arus laut," kata Jules. Saat itu, Jalaludin bersama dua anaknya yang lain berusaha membantu. Namun ketiganya ikut terseret arus.

Warga di lokasi itu datang untuk melakukan pencarian dan baru menemukan Intan dalam keadaan meninggal. Tiga orang lagi juga ditemukan meninggal sekitar pukul 21.00 Wita. Korban terakhir, Fanda, ditemukan meninggal sekitar pukul 22.15 Wita.

Seluruh korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi sebelum dibawa ke rumah duka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang, Minggu, 16 Juli menyebutkan cauca buruk masih melanda perairan Nusa Tenggara Timur. Ketinggian gelombang mencapai 2,5-3 meter dengan kecepatan angin 20-30 kilometer per jam.

Potensi angin kencang di Kupang, Rote, Sumba, dan Sabu. Sedangkan potensi gelombang tinggi terjadi di perairan selatan Nusa Tenggara Timur.


(SAN)