Pemindahan Napi di Lapas Sialang Bungkuk Berujung Ricuh

Intan fauzi    •    Minggu, 16 Jul 2017 02:23 WIB
kericuhan
Pemindahan Napi di Lapas Sialang Bungkuk Berujung Ricuh
Dua polisi berjaga-jaga di pintu masuk Rutan Kelas II B Sialang Bungkuk, Kota Pekanbaru, MTVN - Anwar Sadat Guna

Metrotvnews.com, Jakarta: Kericuhan sempat pecah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau saat pemindahan napi. Kepolisian dengan cepat mengendalikan situasi.

"Masih terkendali karena ini kan mau pemindahan napi tahanan ke Lapas di Riau ini," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo saat dihubungi Metrotvnews.com, Minggu 16 Juli 2017.

Guntur mengungkapkan, kericuhan terjadi lantaran ada napi yang tidak mau dipindahkan. Bahkan kata dia sempat terjadi perlawanan.

"Jadi cuma teriak-teriak saja, enggak mau gitu, akhirnya mau. Dia memprovokasi gitu, akhirnya mau juga," beber dia.

Anggota Brimob beber Guntur sempat melempar gas air mata saat proses pemindahan. Hal itu dilakukan supaya tak terjadi perlawanan dari napi.

"Cuma tadi memang ada ledakan bom asap dari Brimob supaya dia jangan ada yang melakukan kegiatan perlawanan," ungkap Guntur.

(Baca juga: Dugaan Pemicu Ratusan Tahanan di Rutan Sialang Bungkuk Kabur)

Guntur mengungkapkan, sesuai jadwal, pukul 22.00 WIB, Sabtu 15 Juli 2017, sebanyak 21 napi akan dipindahkan ke sejumlah lapas yang berada di Riau. Namun, sebelum pemindahan, petugas Lapas melakukan razia narkoba dan senjata tajam.

"Napi masih ada yang diduga menyimpan gunting, terus sapu kayu yang ditajamkan," kata Guntur.

Proses pemindahan napi dan razia dikawal oleh 600 personel Kepolisian. Sementara petugas lapas yang bertugas sebanyak 150 orang.

"Kalau dia melakukan perlawanan, petugas rutan dilakukan kekerasan kan kita harus melindungi," tukas Guntur.


(Baca juga: 25 Tahanan LP Sialang Bungkuk Menyerahkan Diri ke Sejumlah Rutan)






(REN)