Wali Kota Makassar Ragukan Survei Indeks Kota Intoleran

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 11 Dec 2018 18:44 WIB
Wali Kota Makassar Ragukan Survei Indeks Kota Intoleran
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto

Makassar: Wali Kota Makassar Mohammad Ramdham Pomanto angkat suara mengenai survei Setara Institute seputar indeks kota toleran. Dalam survei tersebut, Makassar termasuk kota intoleran atau masuk daftar sepuluh kota dengan skor indeks toleran terendah.

Dalam survei tahun 2018, Makassar meraih skor 3,63 atau peringkat delapan terendah dari sepuluh kota paling intoleran. Dalam survei itu, Jakarta menempati posisi terendah kedua, menyusul Tanjung Balai di peringkat buncit.

Danny -sapaan Ramdhan- meragukan metode dan kriteria yang digunakan Setara Institute saat menggelar survei indeks kota toleran. Hasil survei dianggap tidak sesuai kenyataan, sebab Makassar dinilai termasuk salah satu paling toleran di Indonesia.

"Kita cukup prihatin dengan ukuran itu. Mohon maaf, saya mencurigai survei ini, apa maksudnya di tengah kondisi politik sekarang ini," kata Danny di Makassar, Selasa 11 Desember 2018.

Danny mengatakan, selama ini Makassar terbukti sebagai kota yang toleran. Kota ini dianggap dapat menerima banyak orang dari berbagai golongan dan latar belakang. Terlebih, pemerintah mengusung toleransi sebagai target utama, melalui visi 'Menuju Makassar Kota Dunia yang Ramah untuk Semua.'

Danny bahkan mencontohkan dirinya sendiri sebagai bukti toleransi di kota Makassar. Dia yang berasal dari luar daerah, yakni Gorontalo, bisa diterima masyarakat dengan baik sebagai pemimpin. Di samping itu, pemerintah setempat juga sering kali mendapatkan penghargaan dari lembaga swadaya masyarakat yang kredibel.

"Makanya cukup heran kalau dibilang intoleran. Feeling saya, ada kriteria yang perlu diluruskan," kata Danny.

Tak hanya Makassar, Danny juga mengkritik posisi Jakarta yang turut disematkan kota intoleran. Baginya ibukota negara justru jadi bukti bagaimana toleransi berlaku di masyarakat.

"Jakarta, mulai dari orang yang beragama sampai yang tidak beragama kumpul semua. Apa dasarnya disebut intoleran, apa maksudnya," kata dia.

(ALB)