Panglima Kirim Pasukan Mendata Pengungsi Terisolasi

Dheri Agriesta    •    Rabu, 08 Aug 2018 20:58 WIB
gempa bumiGempa Lombok
Panglima Kirim Pasukan Mendata Pengungsi Terisolasi
Warga korban gempa mengungsi di lahan kosong Pemenang Barat, Lombok Utara, NTB. (MI/Ramdani)

Lombok Utara: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bergerak cepat, menanggapi masih banyak pengungsi yang berada di perbukitan tak mendapatkan bantuan karena komunikasi terputus. Hadi memerintahkan Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengirimkan pasukan dan alat komunikasi.

"Saya sudah perintahkan Dansatgas mengirimkan pasukan dilengkapi komunikasi satelit, sehingga mereka bisa melaporkan kepada Dansatgas wilayah mana yang belum terjamah," kata Hadi di Lapangan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018.

Pasukan ini akan disebar di enam kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Pasukan akan mencari daerah mana saja yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Paling tidak sore hari ini mereka (pengungsi) sudah mendapatkan bantuan," kata Hadi.

Selain itu, Panglima TNI juga mengerahkan babinsa TNI di tingkat pemerintahan terkecil. Hadi sadar tak seluruh daerah di Lombok Utara memiliki akses komunikasi yang baik. Apalagi, gempa berkekuatan 7,0 skala richter ini memutus aliran listrik di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar mengatakan, potensi tsunami usai gempa berkekuatan 7,0 skala richter yang mengguncang Lombok Utara membuat masyarakat mengungsi ke dataran tinggi dan hutan. Sebagian besar masyarakat masih menetap di perbukitan karena takut kembali ke rumah masing-masing.

Keputusan masyarakat mengungsi ke daerah tinggi ini menyulitkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Petugas gabungan kesulitan memberikan bantuan kepada mereka karena sulitnya akses ke lokasi pengungsian.

"Penduduk kita itu banyak mengungsikan diri ke hutan, sehingga tidak jelas (lokasinya) tidak bisa kita memberikan bantuan," kata Najmul.

Najmul mengatakan, bantuan dapat diberikan jika masyarakat keluar dari lokasi pengungsian di perbukitan dan hutan. Ia pun mengimbau agar masyarakat mau kembali ke pemukiman.

"Sudah kita imbau, lewat kepala dusun atau camat," kata dia.


(LDS)