Kasus KM Lestari Maju Segera Dibawa ke Persidangan

Andi Aan Pranata    •    Selasa, 07 Aug 2018 14:10 WIB
kapal tenggelam
Kasus KM Lestari Maju Segera Dibawa ke Persidangan
KM Lestari Maju yang karam di perairan Kepulauan Selayar. Istimewa

Makassar: Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan sementara merampungkan penyidikan terhadap kasus KM Lestari Maju yang mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Selayar, Juli lalu. Sejauh ini penyidik menetapkan tiga tersangka sembari melengkapi pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tambahan.

Polisi lebih dulu menetapkan dua tersangka, masing-masing nakhoda Agus Susanto dan perwira Kantor Syahbandar Pelabuhan Bira bernama Kuat Maryanto. Kemudian menyusul pemilik kapal bernama Hendra Yuwono.

“Tiga orang ini kita akan percepat pemberkasannya kemudian diserahkan ke kejaksaan. Dan kejaksaan juga kalau bisa secepatnya P-19 dan P-21,” Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan, Selasa 7 Agustus 2018.

Tersangka pada kasus KM Lestari maju dijerat dengan sejumlah dugaan pelanggaran hukum. Nakhoda dikenakan Pasal 302 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang pelayaran, karena sengaja melayarkan kapal dalam kondisi tak laik. Dia juga disangkakan Pasal 359 KUHP, yakni kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal.

Baca: Ini Kronologi Kandasnya KM Lestari Maju di Kepulauan Selayar

Perwira Syahbandar selain Pasal 359 KUHP, dikaitkan dengan Pasal 303 Undang-undang Pelayaran, karena diduga mengoperasikan pelabuhan tanpa memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan pelayaran.

Sedangkam Hendra, pemilik Lestari Maju, dijerat Pasal 359 KUHP dan Pasal 135 Undang-undang Pelayaran.

“Mereka dinilai oleh penyidik betul-betul bertanggung jawab terhadap proses jalannya kapal yang mengalami kecelakaan,” ujar Dicky.

Baca: Cerita Istri Korban KM Lestari Maju Sebelum Kandas

Dicky tidak mengungkapkan kemungkinan tersangka bertambah karena tergantung hasil petunjuk dari Kejaksaan Tinggi Sulsel kelak. Di sisi lain, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap saksi ahli.

Saksi ahli yang dimaksud, berasal dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi, Basarnas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Polisi juga mengumpulkan barang bukti pendukung, terutama rekaman video kejadian yang diunggah masyarakat di internet.

KM Lestari Maju kandas dalam pelayaran dari Tanjung Bira, Bulukumba, menuju Pamatata, Selayar, awal Juli lalu. Kapal kemarukan air dan nyaris tenggelam, sehingga sengaja dikandaskan. Polisi mencatat 36 penumpang meninggal, sedangkan 200 lebih lainnya dievakuasi selamat. Jumlah korban melebihi manifes berisi 139 penumpang.
 


(SUR)