Terduga Teroris Ditangkap di Serpong Dikenal sebagai Pekerja Furnitur

Farhan Dwitama    •    Jumat, 11 Aug 2017 13:10 WIB
terorisme
Terduga Teroris Ditangkap di Serpong Dikenal sebagai Pekerja Furnitur
Suasana di depan rumah di Perumahan Graha Raya Serpong saat polisi membekuk penghuninya, Jumat 11 Agustus 2017, dok: istimewa

Metrotvnews.com, Tangerang: Polisi menangkap seorang pria diduga terlibat terorisme yang menghuni sebuah rumah di Perumahan Graha Raya, Cluster Melia Grove, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten. Pria berinisial SPT itu dikenal sebagai pekerja furnitur.

Rohim, 32, petugas keamanan perumahan, mengatakan SPT tinggal di rumah itu bersama istri dan anak-anaknya. Mereka mengontrak di rumah milik warga bernama Doni Wahyudi.

"Rumah itu dikontrak tahunan. Tapi dia baru tinggal delapan bulan lalu," kata Rohim kepada Metrotvnews.com di pos penjagaan Perumahan Graha Raya, Jumat 11 Agustus 2017.

Baca: Polisi Pantau Kompleks Sejak Empat Hari Lalu

SPT, lanjut, Rohim, pandai bergaul. Lantaran itu, Rohim terkejut ketika mendengar kabar polisi menangkap bapak dua anak tersebut.


(Suasana di depan rumah di Perumahan Graha Raya Serpong yang didatangi polisi, Jumat 11 Agustus 2017, dok: istimewa)

Menurut Rohim, polisi mendatangi rumah SPT sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian polisi membawa SPT ke Polsek Serpong Utara. Istri dan anak-anaknya pun dibawa ke kantor polisi.

"Komandan saya juga dibawa untuk tanda tangan penggeledahan dan keterangan lain," lanjut Rohim.

Sementara itu Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan penangkapan di Perumahan Graha Raya. Martinus mengatakan SPT diduga melakukan pendanaan kepada orang-orang yang berangkat ke Filipina dan Suriah.

"Jadi saudara SP ini menggalang dana dan memberangkatkan beberapa orang ke Filipina dan Suriah," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta.

Di dua negara itu, ISIS menyerang pemerintahan dan militer setempat. Di Suriah, pasukan ISIS mengklaim melakukan serangan mematikan untuk mempertahankan Raqqa, ibu kota de facto kelompok militan tersebut, pada akhir Juli 2017.

Baca: ISIS Klaim Serangan Mematikan di Suriah

Sementara di Filipina, militer pemerintah masih melawan ISIS di Marawi. Militer mengepung Kota Marawi yang menjadi markas ISIS di negara tersebut.

Lihat video: 



(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

25 minutes Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA