Pembunuh Prajurit TNI di Bali Divonis 4 Tahun Penjara

Raiza Andini    •    Kamis, 10 Aug 2017 17:51 WIB
perselisihan tni
Pembunuh Prajurit TNI di Bali Divonis 4 Tahun Penjara
DKDA jalani sidang vonis hakim di ruang sidang anak. MTVN/Raiza--

Metrotvnews.com, Denpasar: DKDA, terdakwa pembunuh Prada Yanuar Setiawan, divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis 10 Agustus 2017. Remaja berusia 16 tahun itu terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 170 ayat 2 dan tiga tentang tindak kekerasan yang menyebabkan kematian seseorang.

Vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut anak anggota DPRD Propinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewa Nyoman Rai itu dengan 5 tahun 6 bulan penjara.

"Dengan ini kami memutuskan terdakwa dijatuhi hukuman selama 4 tahun penjara," kata hakim ketua Agus Walujo Cahjono di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis 10 Agustus 2017. 

Sementara itu, Kepala Bidang Hukum Kodam IX Udayana Kolonel CHK Budiono menyebut vonis hakim kepada DKDA rendah. "Saya menyikapi apa yang dikatakan panglima, jangan dikurangi titik komanya, dalam penegakan hukum untuk mencari keadilan," ungkap Budiono.

Untuk itu, pihaknya meminta JPU untuk mengambil sikap pikir-pikir usai vonis dijatuhkan hakim kepada DKDA. Dia akan memonitor secara langsung dengan JPU terkait keputusan final dalam tujuh hari ke depan. 

"Tadi terakhir kita pikir-pikir, bentuk sikap pikir-pikir itu apa bentuknya nanti kita yang akan monitor. Tetapi terkait keputusan itu saya sebagai warganegara taat hukum dan saya serahkan kepada proses hukum dan saya minta proses hukum yang seadil-adilnya," tambahnya.

Sementara itu, pengacara terdakwa, I Gusti Agung Dian Hendrawan memaparkan bahwa kliennya masih sangat muda jika menerima hukuman pidana selama empat tahun. Kepada majelis hakim, DKDA juga mengajukan sikap pikir-pikir.

"Kami ingin berdiskusi juga dengan pihak keluarganya, dan mempertimbangkan segala sesuatu untuk anak, sehingga kami mengambil sikap pikir-pikir," tutupnya.


(ALB)