Spanduk Aturan Berbusana di Universitas Pamulang tak Berkaitan HTI

Farhan Dwitama    •    Kamis, 10 Aug 2017 20:27 WIB
pendidikan
Spanduk Aturan Berbusana di Universitas Pamulang tak Berkaitan HTI
Universitas Pamulang di Tangerang Selatan, MTVN - Farhan Dwi

Metrotvnews.com, Tangerang Selatan: Rektor Universitas Pamulang, Dayat Hidayat, mengaku menerbitkan aturan berbusana di lingkungan kampus. Namun, aturan itu mendapat protes lantaran ada salah satu gambar perempuan menutup aurat dengan cadar yang dicoret.

Dayat mengatakan aturan itu dibuat sebelum bulan Ramadan. Ia menegaskan aturan itu tak berkaitan dengan pembubaran organisasi masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sementara pemerintah membubarkan HTI pada Rabu 19 Juli 2017. Alasannya, aktivitas HTI bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

"Jadi tak ada kaitan sama sekali," kata Dayat ditemui di Kampus Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Kamis 10 Agustus 2017.


(Rektor Universitas Pamulang, Dayat Hidayat, MTVN - Farhan Dwi)

Dayat mengatakan aturan itu dibuat dengan model umum, layaknya kampus dimanapun. Mahasiswa dan civitas akademik, lanjutnya, musti berpenampilan rapi.

Bukan hanya kompetensi, ungkapnya, tapi juga etika. Menurut Dayat, penampilan mencerminkan intelektualitas.

"Kami ingin mahasiswa tampil rapih, sopan, dan tak berlebihan di area kampus," ujar Dayat.

Universitas Pamulang memasang spanduk di depan kampus yang berlokasi di Jalan Raya Padjajaran, Tangerang Selatan. Spanduk menunjukkan aturan berbusana civitas akademik.

Salah satu gambar menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Yaitu gambar model perempuan bercadar disilang.

AT, mahasiswi yang mengenakan cadar, mengaku terganggu dengan aturan itu. Ia menilai aturan tersebut diskriminatif.

"Kami terbiasa seperti ini (bercadar). Apa negatifnya," ungkap mahasiswa jurusan Manajemen tersebut.

Desi, 21, mahasiswa semester 3 jurusan Akuntansi, mengaku baru melihat spanduk tersebut. Namun, ujarnya, tak banyak mahasiswi yang mengenakan cadar di kampus.

"Ada, tapi tidak banyak. Mereka yang mengenakan cadar biasanya lebih sopan," ungkap Desi.

 


(RRN)