Gubernur Sulsel Tolak Jadi Juru Kampanye Nurdin Halid

Andi Aan Pranata    •    Kamis, 08 Feb 2018 13:48 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Gubernur Sulsel Tolak Jadi Juru Kampanye Nurdin Halid
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo

Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan tidak akan terlibat politik praktis pada pemilihan gubernur setempat tahun 2018. Dia pun menegaskan akan menolak jika diminta sebagai juru kampanye Nurdin Halid, koleganya sesama kader Partai Golkar.

Nama Syahrul disebut-sebut sebagai salah satu juru kampanye pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar di Pilgub Sulsel 2018. Itu tak lepas dari statusnya sebagai salah satu pengurus DPP Partai Golkar, yang mengusung pasangan kandidat di atas.

“Saya tidak mau. Saya cuma ingin fokus bekerja untuk rakyat. Masih ada yang harus dikerjakan,” kata Syahrul di Makassar, Kamis 8 Februari 2018.

Syahrul Yasin Limpo menjabat Gubernur Sulsel selama dua periode. Masa jabatannya berakhir tahun ini. Di Golkar, dia ditempatkan oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai Ketua Bidang Kerawanan Sosial.

Syahrul memastikan pada akhir masa jabatannya, dia akan fokus menyelesaikan tugas memimpin pemerintahan. Dia mengaku tidak tertarik ambil bagian, sampai harus mengkampanyekan salah satu kandidat gubernur.

“Saya juga sudah minta pada Ketua Umum (Airlangga Hartanto) untuk tidak kampanye di Sulsel, dengan alasan tertentu,” ujar Syahrul tanpa merinci lebih lanjut pernyataannya.

Sebelumnya Koordinator Badan Pemenangan Pemiliu DPD Golkar Sulsel Kadir Halid menyatakan bahwa seluruh elite DPP akan didaulat sebagai juru kampanye NH-Aziz. Terlebih bagi tokoh yang berasal dari Sulsel.

Daftar jurkam NH-Aziz sedianya akan disusun setelah penetapan pasangan calon gubernur oleh KPU Sulsel, 12 Februari nanti.

"Sebagai kader yang loyal dan taat azas, Syahrul wajib mendukung dan memenangkan NH-Aziz meski keluarganya ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2018," tegas Kadir.

Pilgub Sulsel diikuti empat pasang calon. Adik Gubernur, Ichsan Yasin Limpo turut jadi peserta, berpasangan dengan Andi Mudzakkar. Dua pasang kandidat lain adalah Nurdin Abdullah berpasangan Andi Sudirman Sulaiman, serta Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo.


(ALB)

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Novanto

1 day Ago

Saat ini proses persidangan masih fokus pada penyelesaian perkara korupsi KTP elektronik yang d…

BERITA LAINNYA