Akon Jadi Inspirasi Elektrifikasi di Daerah Terpencil

   •    Rabu, 08 Mar 2017 23:20 WIB
pameran kelistrikan
Akon Jadi Inspirasi Elektrifikasi di Daerah Terpencil
Ilustrasi. Foto: MI/Amiruddin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menyatakan pemerintah akan menggenjot elektrifikasi di daerah terpencil.

"Pemerintah terus berupaya agar tak ada satu pun desa yang tidak dialiri listrik," kata Eko, saat menghadiri acara mini konser rapper Amerika Serikat Aliaune Damala Akon Thiam (Akon), di Gedung Kementerian Sosial, seperti dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Maret 2017.

Menurut Eko, rapper keturunan Senegal itu turut berkontribusi mendukung ketersediaan listrik di daerah-daerah terpencil yang ditinggali Suku Anak Dalam, Orang Rimba, dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Menurut Eko, apa yang dilakukan Akon merupakan sebuah terobosan dan wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.  

"Jika Akon yang dari Amerika Serikat saja mau peduli, mengapa kita tidak? Saya ingin mengguggah para filantropis di Indonesia untuk melakukan hal serupa," kata Eko.

Ia mengapresiasi adanya kerja sama dengan Akon yang diinisiasi Kementerian Sosial dan Dwiyuna Jaya Foundation. Menurutnya, tenaga listrik merupakan hal krusial yang dibutuhkan masyarakat di desa-desa di daerah tertinggal.

Baca: Besok, Akon Tampil di Jakarta Bantu Suku Anak Dalam

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bukan kali pertama Akon mendukung elektrifikasi di perdesaan. Sebelumnya, Akon sudah menjalankan program serupa di 22 negara di Benua Afrika dan India. 


Akon. Foto: Reuters

Untuk di Indonesia, kehadiran Akon akan menjalankan programnya yang diberi nama AKON Lighting Indonesia.
 
"Saya akan bersama rakyat Indonesia peduli anak dalam. Mereka memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di kota modern. Paling tidak harus bisa dialiri listrik kurang dari 6 bulan dari sekarang," ujar Akon.

Dwi putranto dari Dwiyuna Jaya Foundation menyatakan, program ini membawa harapan untuk Suku Anak Dalam, Orang Rimba dan Komunitas Adat Terpencil untuk mendapatkan listrik. 

Adanya kerja sama ini, kata dia, sekaligus mewujudkan adanya sinergi antara pemerintah dan swasta untuk membangun desa.

"Kami memfasilitasi melalui pendekatan data dari Kemensos dan Kemendes, kemudian kami turun langsung ke spot-spot yang membutuhkan aliran listrik. Prosesnya tiga bulan dari verifikasi pertama," ujarnya.


(UWA)